I'tikaf Ramadhan di Masjid BI (Lagi…)

Malem 25 Ramadhan kemaren (note: sekarang hari ke 26), di masjid Baitul Ihsan, komplek Bank Indonesia, susana i’tikaf begitu crowded. Lebih dari seribu orang datang sebagai mu’takifiin. Mungkin malem 25 itu adalah malam dengan visitor terbanyak, menembus rekor. Soalnya secara kualitaitf, selama tiga tahun gw beri’tikaf di sana, kayaknya malam tsb adalah yg paling banyak. Akhwatnya sampai menginvasi tempat ikhwan di balkon kiri. Tas gw sampai harus dievakuasi sama panitia. Dan juga banyak mu’takif yg beri’tikaf di plasa masjid walau ga sampai penuh. Secara sekilas, seperti di pengunsian loh….

Seperti di pengungsian

Ada tiga faktor yang mungkin menyebabkan membludaknya pesearta i’tikaf, yakni malam ganjil, yang kedua malam minggu dan yang ketiga pembicaranya dari ulama dan pejabat: DR. Hidayat Nurwahid, MA sebagai Ketua MPR RI, Prof. DR Ahamd Satori, MA sebagai PP IKADI, satu lagi pembicara dari bagiannya ekonomi syariah di Bank Indonesia atau apalah. Sambutannya dari Ketua MUI dan Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah.

Gw seneng bgt secara bisa langsung bersalaman sama Pak Dayat, atau Mas Hida. Bukan karena beliau Ketua MPR RI tapi karena beliau adalah seorang ulama yg pandangannya modern dan maju. (Tapi ada juga sih karena beliau Ketua MPR RI juga, dikit). Subhanallah, kalau pemimpinnya seperti beliau semua sangat pasti Allah memberkahi kekayaan alam (SDA) Indonesia ini dengan segala potensi SDM-nya. Memang sekarang kita kaya tapi ngga berkah. Tema ceramah malam itu adalah Ramadhan dan Merenungi Nasib Bangsa.

4 thoughts on “I'tikaf Ramadhan di Masjid BI (Lagi…)

  1. wuaaaah, senangnya. subhanallah. ada juga nih rencana i’tikaf di sana.

    mangkum said:
    sampai ketemu di sana ya, insya Allah

  2. tetep bisa nyaman n khusyuk ga? walo disana penuh..

    mangkum said:
    Ya ngga lah… tapi gw baca yg di at-Tiin, tahun ini, 2008, membludak, panitianya sampai bikin tenda, gw baca di antara.co.id. Wuih subhanallah, berarti i’tikaf sekarang bukan lagi fenomena kaya dulu lagi, udah jadi kebiasaan, mungkin bentar lagi bakal jadi kebudayaan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s