Beda Idul Adha Lagi… Membid'ahkan Lagi…

Ya begitulah realita umat Islam sekarang. Yang beda, yang bid’ah. Padahal kalo menurutku lebih baik dibilang bodoh daripada bid’ah. Karena bodoh itu diampuni Allah, sedangkan kalo bid’ah itu sesat, dan orang sesat adalah tempatnya di neraka…

Klasik sekali memperdebatkan perbedaan penanggalan Hijriyah. Ini artinya umat Islam masih bodoh (bodoh loh bukan bid’ah) dengan sistem penanggalan yang diajukan oleh Rasulnya sendiri. Sistem penanggalan yang relatif baru dibandingkan dengan penanggalan China, Hindu dan Masehi. Contohnya saat ini ada perbedaan hari Idul Adha lagi. Hizbut Tahrir misalnya, dalam artikelnya disebutkan bahwa penentuan Idul Adha itu wajib berdasarkan rukyat hilal penduduk Makkah. Disebutkan pula bahwa intinya hari ketika wukuf di Arafah adalah hari Idul Adha bagi seluruh kaum muslimin. Saya bener2 setuju bahwa hari ketika wukuf di Arafah (10 Zulhijah) harus sama dengan hari di mana kita berada. Tapi ada tapinya….

Tapinya adalah apa sih definisi hari itu? Hari di sini tentunya bukan nama harinya yang sama, tapi tanggalnya yang sama. Kalau menentukan nama hari mah, dalam setahun setidaknya ada 52 hari Rabu yang berulang, Rabu yang mana ini teh….? Kalau di penanggalan masehi, hari yang sama pasti tanggalnya sama. Karena apa? Karena permulaan perubahan hari dan tanggal berada di satu garis konsensus yakni di garis bujur samudera pasifik, yang membelah dunia bagian barat dan dunia bagian timur. Makanya Indonesia disebut negara timur dan Amerika negara barat karena garis konsensus itu…

Nah… kalo kita berpendapat HARUS NAMA HARI YANG SAMA, berarti kita pake dua standar penanggalan, yakni Hijriyah dan Masehi. Karena penanggalan Hijriyah penentuan tanggal barunya dilihat dari bulan baru itu ada di daerah mana. Misalnya, penanggalan baru atau bulan baru baru terlihat di daerah India, maka di Arab hari itu sudah memasuki bulan baru (tanggal baru) dan di Indonesia tanggal baru terjadi ya besoknya toh karena letak Indonesia lebih timur dibandingkan Arab. Ini artinya nama harinya sama tapi tanggalnya berbeda. Namun kalo bulan baru terjadi di Amerika, maka Indonesia dan Arab pada hari itu memiliki tanggal yang sama. Jadi ada dua kemungkinan:

Kemungkinan Pertama:
Jika bulan baru pertama kali terlihat di antara Indonesia-Arab (contohnya di India) maka pada tanggal yang sama, nama hari di Indonesia akan telat satu hari dari Mekah

Kemungkinan Kedua:
Jika bulan baru pertama kali terlihat di antara Arab-Indonesia (contohnya di Amerika) maka tanggal dan nama hari akan sama di Indonesia dan di Arab.

Ini menegaskan bahwa:

BUKANLAH SESUATU YANG MEMALUKAN DAN MENYEDIHKAN SERTA BUKAN PULA SUATU PERPECAHAN JIKA UMAT ISLAM BERBEDA NAMA HARI DALAM HARI RAYA (di belahan dunia yg berbeda, kalo di negara yg sama mah, ya… memalukan atuh).

Nah… kalo gw sih dari dulu suka patuh sama pemerintah, karena mereka mengakomodasi banyak ormas di Indonesia. Juga keputusannya tidak lepas dari dua kemungkinan di atas. Ga pernah kan pada tanggal yang sama, nama hari di Indonesia lebih dulu dari di Arab? Atau pernahkah pemerintah menetapkan nama hari yang telat 2 hari dari di Arab? Ngga pernah kan…. Ya iyalaah…. mereka juga orang yang ngerti, yang pengen bener, yang ngga mau bid’ah, yang pengen masup syurga….

Menurutku, kalo kita justru berpangku tangan sama orang Mekah dalam penentuan tanggal justru kurang tepat (ngga bid’ah loh), karena itu tadi……. Jadi, IMHO, di kita juga harus dilakukan ru’yat berapakah tanggal yang tepat untuk daerah Indonesia. Idealnya sih ada ru’yat global menentukan garis penanggalan baru (bulan baru), jadi seluruh dunia bakal kompak pak..pak…. Tapi karena umat Islamnya masih kayak gini, pengen menang sendiri, dan masih saling membid’ahkan yang beda, selamat aja… umat Islam bakalan gini terus… ga maju-maju. Umat yang tidak menghormati perbedaan pendapat.

Yang beda, yang bid’ah.

Padahal tentuin ajalah walaupun belum ketemu ilmiyahnya ya kita konsensus ajalah. Jangan kalah sama orang kafir dong…. Nah sedikit2 pasti ada kemajuan menemukan yang ilmiyah, dengan kata lain menemukan kebenaran. BTW, garis bulan baru itu pasti cuma ada satu, ga mungkin ada dua apalagi tiga kan…?

3 thoughts on “Beda Idul Adha Lagi… Membid'ahkan Lagi…

  1. tp kira2 bs gak ya pemerintah buat peraturan yg kira2 bs mengakomodasi seluruh islam di negara ini bwt perayaan hari raya ini agar bs bareng, biar keliatan makin kompak.

  2. Tentu saja… kalo pemerintahannya concern ke hal ini. Kemaren aja Yusuf Kala pengennya sama seluruh dunia kan? Berarti dia udah gerah dengan beda2 gini…. Sekarang bolanya ada di ulama-nya. Kalo ulamanya masih kayak gini (membid’ahkan yg beda), ya… cape deh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s