I'tikaf 1429

Mengikuti sunnah Rasulullah saw yang selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan, saya melakukannya untuk merenungi semua kelakuan yang telah berlalu setidaknya dalam setahun terakhir serta mengevaluasi semua ibadah, pola fikir, ya termasuk pekerjaan. Tahun ini adalah tahun keempat saya beri’tikaf di masjid BI sejak saya gabung di kantor Dxxxa.

Pintu Depan Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia.

Pada malam kedua i’tikaf di Masjid Baitul Ihsan, kompleks Bank Indonesia, bertemu seorang perempuan di depan tempat wudlu setelah maghrib.

“Mas, kalau ambil minum di mana ya?” tanyanya.
“Ehm…”, lirik kanan kiri, ga ada air minum kemasan. “Belum buka ya Mba? Minum ini aja deh Mba”, sambil ngasihin sebotol minuman kemasan 1,5 liter yg baru aja dibeli.
“Ikhlas nih?”
“Ya ya ikhlas” kataku meyakinkan.
“Mas, dari mana?” tanyanya mencairkan suasana.
“Keboonsirih.” jawabku singkat.
“Ooh, deket dong. Emang kerja di mana?”
“Di Medan Merdeka Selatan.” jawabku menghindari menyebut nama kantor.
“Apaan tuh?” rupanya dia melakukan probing.
“Dxxxa” jawabku, menyerah.
“Oh Pak Wxxx Xxxa?” salah seorang big bossku.
“Loh kok tau?” tanyaku penasaran. Tebakanku dia sih wartawan. “Emang Mba kerja di mana?”
“Beliau pernah jadi klien saya. Saya dari xxx international xxx”
“Hmmm…” tanda ga ngarti.
“Saya bawa temen dari Perancis. Bisa minta tolong temenin ngga mas? Dia tertarik dengan Islam. Saya mau shalat. Bisa bahasa Inggris kan?” pintanya.
“little-little I can lah…”

Di dalam masjid, ternyata si bule berbaju pink telah ditemani dua orang jamaah ikhwan. “Perlukah saya menemaninya?” pikirku.

Saya simpen al-Kitab dan air minum kemasan dulu, lalu wudlu. Setelah itu, ah saya penuhi saja permintaan wanita tadi, ga enak kan kalu engga, walaupun peran saya udah ga penting secara udah ada menggantikan tanpa diminta. Malah jadi kayak orang2 yg ngerubutin yg lagi diwawancara wartawan tipi, biar bisa nampang di tipi. Ga peduli ah, langsung aja saya duduk di dekat bule itu yg lagi ngobrol saat itu sama satu orang bapak dengan anaknya.

“Is it your first time in Jakarta?” tanyaku sebagai tanda ikutan nimbrung.
“O yea, this is my first time.”

Mungkin si bule agak2 curiga sama saya. Ini siapa sih orang ujug2 nimbrung. Ketakutan yg sama ketika kita dateng ke kota yg tingkat kriminalitasnya tinggi ujug2 ngajak ngomong. Curiga! Apalagi di masjid, yg telah dipersepsikan sebagai pusat islam funxxxlis. Jidatnya keringetan dan rambutnya tampak basah mirip orang yg baru saja berwudlu.

Tak lama berselang, si wanita mendekati kami dan langsung memperkenalkan sosok kriminal, saya, kepada bule itu.

“This man works in Dxxxa.” jelasnya sama si bule. “Dxxxa itu perusahaan apaan?” tanyanya sama saya.
“Its a capital market company like Lehmann Brothers, you know that? Hehehehe….” jelasku. “Hehehe….” mereka ketawa biar ramah.

Wanita itu menjelaskan kalau sebetulnya pengen ke Masjid Istiqlal, tapi dia inget, kalau di sini ada masjid yg cukup unik, ya masjid BI ini. Ga besar tapi megah karena semua dindingnya dilapisi batu pualam yang mengkilap dan pintunya dari logam yang diukir. Lalu mereka beranjak untuk pergi ke Istiqlal, the biggest mosque in South East Asia region. Tapi ada kejadian lucu saat berpisah. Si bule langsung aja berpaling, padahal kan adat kita, bersalaman dulu. Si wanita menegornya, “You have to shake hand before leave!”. Dan bersalamanlah kita. Hehehe…8x

Setelah shalat ‘isya, ternyata yang ngisi kultum adalah si bapak dan anaknya yang tadi nemenin si bule. Eeh ternyata…!

13 thoughts on “I'tikaf 1429

  1. @a3u5z1i
    Kan masih ngantor siangnya…
    Do’a yang itu mah pastinya dong… apalagi Ramadhan gini😆

    @syelviapoe3
    Yo’i, perasaan saya juga ga asing dg wajah ini ustadz….

    @1rw@n
    Emang ada bulenya ya pelm AAC?
    Eh BTW kenapa dirimu jadi ngejungkir begitu?

    @Elys
    Ah percakapannya sangat sedikit… cuz si wanita itu shalatnya cepet juga…

  2. @degum
    Loh bukannya deketan di BI, akh?

    @yakhanu
    Kekekekek…8x saya pikir pikir Indonesia… *gubrag*

    @tipis
    godaan akhirat ternyata lebih indah…😆

    @visakana
    selalu…😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s