Guitar Concert & Hamburgers

The Premier Solo Concert, presented by The Young Guitarists Orchestra
The Premier Solo Concert, presented by The Young Guitarists' Orchestra

“Da, recital pianomu kapan?”
“Ah udah kelewat dua minggu lalu”
“Hayah, meni teu beja-beja. Kapan lagi?”
“Setaun lagi”
“Wew. Lila keneh atuh. BTW kalau ada info recital piano atau chamber orchestra, kasih tau gw ya!”
“Seeb!”

Kemudian, diriku dikirimin email kalau tanggal 20-Mar-09 malem ada Premier Solo Concert. Duh mepet sangat. Saya takut ga dapet tiket, soalnya pernah pas Chamber Orchestra di Goethe Haus diriku ga bisa booking karena dua minggu sebelumnya sold out. Tapi ya dicoba aja, langsung saya telepon CP-nya buat booking.

“Mas Alam, saya baca di internet, ada konser Piano besok malem, masih ada tiket kosong?”
“Hm… mas konser gitar bukan piano”
“O yaya gitar maksud saya” (gelo si Risyda malah ngasih konser gitar bukannya piano)
“Masih Mas. Atas nama siapa?”
“Saya mangkum (nama asli). Makasih ya Mas Alam”

Alhamdulillaah tiketnya masih ada. Tapi duh acaranya di Erasmus Huis. Pernah pas nonton recital Piano Ellen Corver, gw terlambat hampir setengah jam. Lalu lintas Rasuna Said parah sangat. Belajar dari pengalaman itu, saya naik busway. Beruntung cuma telat 2 menit plus keringat karena lari-lari. Beruntung lagi, ternyata pintu aulanya belum dibuka.

Aku ga ngerti gitar, piano juga ga ngerti, chamber oke juga sama ga ngerti. Pokoknya ga ngerti musik. Tapi ya bolehlah ga ngerti juga pengen menikmati. Apalagi musik kesukaan saya: klasik. Ya baru tau ternyata gitar juga ada gitar klasiknya. Hihihi…8x

Acara dibagi dalam dua babak. Babak pertama gitaris junor: kebanyakan SD sampai SMA. Banyak sangat gitarisnya: 30 an orang kali. Yang nonton banyak juga dari keluarga mereka. Ada yang bagus dan ada juga yang lupa notnya. Bahkan ada gitaris yang salah melulu meskipun kertas not ada di depan dia. Akhirnya, digonjreng aja gitarnya tanda mengakhiri penderitaaan. Kemudian hormat dan mohon diri. Penampil terakhir di babak satu, jago sangat. Dia membawakan musik bermacam-macam menonjolkan kemampuannya. Paling lama.

Sepuluh menit istirahat, acara dilanjutkan ke babak kedua. Ramaditya Adikara “Blind Power” sama ceweknya sudah ga keliatan lagi di babak kedua. Tadi, di babak pertama dia masih ada. Nah babak ini adalah gitaris senior, ya umurnya mahasiswaan lah. Sebelas orang, jago-jago sangat, baik itu cewek maupun cowok. Keren abis.

Pulang jam 10 malem, transJakarta udah tutup. Ngintip dompet, eh lagi kurus, terpaksa naik P20. Eh di sana ketemu dua orang backpackers bule cowok.

“Where will u go?” tanyaku
“Jalan Jaksa” pasti ke sanalah tu bule…

Turun dari Kopaja di perempatan sebelum Menara Kebonsirih.

“Is this your first time visiting Indonesia?”
“Yes, it’s our first time”
“O, then I’ll show u Jalan Jaksa”
“Where do you live?” tanya orang Jerman itu
“I live over there!”, sambil nujuk ke arah berlawanan
“Oh thank for showing us Jalan Jaksa”
“Doesn’t matter. Hm.. are you a student or…?”
“Ya were students”
“Hm… I see. Where do you live?”
“At Kiel. Hamburg”
“Wew so youre hamburgers? I have friends there”
“Really?”
“Yea. My online buddies”
“If u ask your online buddies, Kiel, they must be know it”
“Ok. I’ll ask them then”
“Do you know, what interesting places in Jakarta?”
“Hm… Jakarta Old City in North Jakarta”
“Oh… there are museums or something there?”
“Yaya, there are many museums there” jawabku mengafirmasi “Hm, btw, Did you directly go to Jakarta from Germany?”
“No no, we went to Bali first”
“Hm… I see.”
“BTW, you born in Jakarta?” tanya orang Jerman
“No, I born in Bandung”
“Bandung, We were there before”
“Really?”
“Ya, you know, we travelled to Gunung Bromo, Papandayan, well the magma *bluahh*, Jogjakarta, you know Jogja?”
“Oh off course”
“Then Payanderan uh oh…”
“Pangandaran”
“Ya Pangandaran beach. Beautifull” Wew gw aja belum pernah jalan-jalan dari Bali teruuuusss sampe Jakarta.
“Well, this is Jalan Jaksa” Si bule binun liatin peta di buku lonely planet keknya.
“Oh OK thank you. Terima kasih”
“Bitte schoun” Ahaha… akhirnya keluar juga kalimat bahasa Jerman gw. Danke schoen Lia…

9 thoughts on “Guitar Concert & Hamburgers

  1. hahhahah hamburgersnya bukan yang dimakan rupanya.

    Aku lebih suka nonton resital gitar live daripada piano. Mungkin karena jarang ya? atau bagiku gitar lebih membumi daripada piano. Kan kamu bisa bawa gitar kemana-mana tapi ngga bisa baw piano kemana-mana hehehe. Dan seneng rasanya kalau sampai terdengar tuh gesekan senar di ruangan tertutup.

    Hmmm ntar kalo aku ke jkt lagi mau dong diajak nonton resital guitar.

    EM

    mangkum:
    iya hamburger, gw juga baru tau dari ndhaa n quchie.
    siaplah mba, ntar kalo ke Jakarta kita cari2 agenda recital guitar. eh emang di Tokyo ga ada?

  2. saya baru tau orang yang tinggal di hamburg namanya hamburger, mungkin makanan itu memang dari sana yo mas😆
    btw yang lupak not di tulisan sampeyan itu mungkin memang ndak bisa mbaca not balok:mrgreen:

    mangkum:
    wah keknya emang hamburger khas makanan dari kota Hamburg deh, mas stein.
    keknya emang murid baru sih…

  3. nyambung soal hamburger:

    sudah tahu ada Frankfurter dan wiener juga?
    heheheh
    Frankfurter itu susis yang panjang, dan wiener yang cilik-cilik… uenak tuh.

    EM

    mangkum:
    Iya pernah dikasi tau juga frankfurter n wiener sama ndhaa or quchie, tapi lupa apaan. Thx dah ngingetin lagi mba…😀

  4. waduhhh om maangkum bisa bahasa jerman toh…ajarin dunk😀
    nanti kalo gw di jakarta dan ada konser beginian aye di ajak ya om😉
    terus kapan dirimu mo backpacker ke Duri? huhehehehehehe *just Ask*

    mangkum:
    ahaha… jangan salah sangka Ria…, gw cuman bisa danke schoen sama bitte schoen aja.. itu juga diajarin sama Lia…

    iya nanti bareng mba imel, kalau ada eventnya kita nonton….

    ke Duri ya, do’akan saja biar ada budget nya. gw belum pernah nih menginjak pulau Sumatera..😛

  5. Oalah mbak Imel, aku kok jadi lapar?
    *ternyata baru keisi indomie yang kemarin siang itu*

    Recitalnya keren ya Mang dan sempat-sempatnya ngobrol ama Bule di Metromini. Itu yang ngajarin Lia ya? Li.. ajarin akuw juga dung!:)

    mangkum:
    kereen lah, baru pertama kali liat recital gitar klasik…
    iya lia ngajarin beberapa conversation tapi cuman dua kalimat yg gw inget: “terima kasih” sama “kembali” aja

  6. Kirain,, maen gitar sambil makan hamburger.. Kaya’ falsafah kopi n donat-nya polisi Amerika ..
    Hehee,, baru tau aja kalo orang Hamburg itu disebut Hamburger..

    Btw, salam kenal …

    mangkum:
    salam kenal juga, makasih dah berkunjung…

  7. sy jg pernaha tuh pengen nonton konser piano di CCF bandung…. sampe bediri saking penuhnya. Kayaknya ada calo tiket deh kok karcis melebihi jumlah tempat duduk hheheheh

    mangkum:
    weh masa konser piano sambil berdiri, tak bener tuh…

  8. – > Tapi ya bolehlah ga ngerti juga pengen menikmati.

    Hehehe salut buat semangatnya mencintai hidup yang diperindah dengan seni😉

    mangkum:
    Bukan gitu Ka. Tapi kalau nonton konser musik band gitu, gw ga terlalu suka… Cuman klasik aja sih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s