Dilarang Mengeluh!

Pernah, ada seorang karyawan di divisi tetangga yang agak sering bersosalisasi dengan diriku. Awal-awal saya lumayan lah rada-rada seneng bergaol dengannya karena kerjaannya beririsan dengan pelajaran kuliahku: Statistika. Tapi lama-lama jadi males kalau ketemu dia, ngobrol sama dia atau lunch bareng sama dia. Bukan hanya karena rokok yang selalu mengasapi kedua paru-parunya yang ringkih, tetapi topik pembicaraan selalu saja tentang keluhan. Males jadinya.

Awal-awal si OK, diterima lah keluhannya. Tapi kalau setiap saat pembicaraannya mengenai keluhan. Silakan saja, talk to my hand! Ga ada waktu, ga ada enerhi buatku mendengar keluhan itu. Hidupku juga ga sempurna. Kalau mau dikeluhkan ya bisa setiap detik saya mengeluh. Tetapi saya ga melakukan itu. Bukannya muna, tapi orang lain yang mendengar keluhan bakalan bete dibuatnya. Dan diriku bakalan kehilangan banyak temen.

Kontras sama salah satu temenku pas mahasiswa. Rasanya bersemangat terus berada di deket dia tuh. Soalnya, dari mulutnya berisi semangat! Berisi cita-cita yang ya meskipun ga tercapai, ga apa-apa. Yang penting semangatnya itu loh yang menular sama diriku. Seneng banget kalau ketemu dia. Contoh semangat dia adalah kejadian ketika kampus IPB Baranangsiang bakal dijadikan Mall termegah di Buitenzorg. Kalau Anda maen ke Buitenzorg sekarang, maka ga sulit menemukan mall bernama Botani Square lengkap dengan logo IPB. Nah pas zaman mulai pembangunannya, mahasiswa dan dosen yang ga setuju melakukan aksi. Temenku ini salah satu orang yang vokal. Dia melakukan protes pedas di sebuah forum resmi di sebuah Aula.

Karena rektornya adalah dosen dari departemen yang sama dengan saya dan temen saya, maka diperintahkanlah seorang dosen pembimbing skripsi untuk mempersulit kelulusannya. Tetapi, ga ada tuh raut muka cemberut dan perkataan mengeluh dan misuh-misuh. Yang ada malah semangat. Malah diriku ga tega ketika mau bilang, “Kamu harus protes, pertama dalam sejarah, masa ujian sidang dinyatakan ga lulus padahal jawabanmu itu make sense.” Jadinya saya bilang, “Hebat ya kamu ga protes, tetep semangat!”

Hm… dia pun tetep semangat di ujian yang keduanya dan akhirnya ya lulus juga. Setelah lulus, si dosen mengaku bahwa yang dia lakukan adalah berlatar belakang mengenai perlawanan temenku terhadap proyek mall yang disingkat BOKER itu. Ga ada tuh temenku marah, menyesal atau mengeluh. Santai saja dan tetep semangat. Salut! Tapi saya yakin di dalam hatinya pasti marah dan mengeluh, tapi dia ga mengeluhkannya kepadaku.

Nah, sekarang di dunia online, ada blog, Facebook, Twitter, Plurk, MP, dll. Bisa saja saya pasang tulisan atau status keluhan. Tapi hm… saya menghindari hal itu. Kalaupun ada keluhan, diujung tulisan or statusnya diusahakan ada semangat. Karena, keluhan dan semangat bisa menular sodara-sodari. Jadi kita harus memilih hal mana yang ingin kita tularkan pada temen kita.

Dan, siapakah yang mau berteman dengan orang pengeluh?

19 thoughts on “Dilarang Mengeluh!

  1. wah, sepakat mang..🙂 saya juga nggak bisa sreg kalo sama orang yang lebih banyak pikiran negatifnya; yg sering ngeluh, yg pesimis, yg ngehina orang mulu, dsb.. takut ketularan.. hehe..
    ah iya, apa kabar?

  2. keluhan memang ga enak, mang. bikin semanagat menurun dan seakan ga ada harapan. parahnya lagi, keluhan bisa menular. yang dengernya bisa ikut2an ga bersemangat.

    seperti naik gunung ya, mang, pantang kita mengeluh…

  3. hahahahaha
    ketawa baca komennya mangkumlod sendiri yang pertama
    hihihi lucu euy kejebak sendiri😀

    anw… salah satu elemen penting dlm membentuk karakter adl dengan siapa kita bergaul dan bersahabat🙂

    jadi mari bersahabat secara sehat, menularkan semangat positif menjalani hidup🙂

  4. ya betul

    kalau kita berteman dgn org yang mengeluh terus bete juga

    kalau kita berteman dgn org yang menyesali keadaannya sekarang lebih bete lagi

    kalau orang ngomongnya sejarah masa lalu mulu, udah gitu ttg dirinya pribadi… aduh deh,

    once, twice ok tapi kalau terus terusan?

    (Tapi kadang narsis terus juga ngebosenin loh!)

    because kita ini hidup utk hari ini dan masa depan… semangatlah!

    EM

  5. Setiap manusia pasti punya masalah, tetapi dengan level yang berbeda. Tentunya semakin berat masalah maka semakin besar peluang untuk naik level. Berfikir dan berjiwa besar-lah….

    Ferry Cahyadi Putra
    Executive Director Bee Learning Center Indonesia

    1. Wah… hahaha… itu ceritamu Fer…!
      Tau diceritain, lu komen di sini… hahaha…

      INILAH SODARA-SODARA SI MAHASISWA ITU!!!

  6. Hahahaha. Ketauan orangnya ya, mang.. :p
    Ah ya, karena itu aku membatasi curhat sama temen baikku. Sebaik2nya dia, pasti bakal bosen klo aku curhat masalah yang sama terus, apalagi klo ngeluh.. Jadi sebelum curhat biasanya udah aku filter dulu..

    Ngomong2 aku juga lebih suka orang yang bersemangat.. Ya karena semangat itu menular🙂
    Tapi sekali2 gapapa kok mengeluh. Aku merasa terhormat klo seorang temen yang selama ini terlihat selalu positif ujug2 curhat ke aku.. Jadi merasa “ternyata mereka juga manusia”🙂

  7. bener tuh. mengeluh memancarkan aura negatif ke sekeliling si pengeluh. yang awalnya ceria jadi kebawa-bawa bete.
    dan, memang, setiap orang juga punya masalah masing-masing.

  8. heemm,,, iyah.. aku juga pernah temen kerja yang suka banget ngeluh. kerjaan banyak dia ngeluh, kerjaan dikit bosen katanya.. *waduh, moga ni gak lagi ‘ngerasani’ yaah..*

    Tapi emang keluhan berkorelasi ma beban. banyak ngeluh malah beban… jadi ya take it easy ajah🙂

  9. Memang capek mang kalau dikeluhin terus. Energi negatifnya bisa pindah ke kita. Jadi, ya harus hati2 kalau buat status. Jangan sampai kita menularkan suasana hati yang negatif kepada orang lain…

  10. tidak pernah mengeluh…harus dilakukan tapi kdang susah melakukannya coz kdang si semangat slalu naik/turun…datang/pergi…muncul/menghilang…*halah :p
    tapi yg pasti qt memang harus senantiasa bersyukur atas apapun yang qt miliki/peroleh/dapatkan…*halah (lagih):d
    caio…. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s