Getting along with Public Speaking

Public Speaking by tvvoodoo
Public Speaking by tvvoodoo

Wah judulnya bo…

Di SMART FM sekarang sudah ada radio talk Public Speaking dengan pengisi Charles Bonar Sirait. Di setiap kapsulnya dia menekankan terus mengenai perlunya kompetensi kita untuk menguasai Public Speaking. Dia juga sudah menerbitkan sebuah buku mengenai Public Speaking.

Riset menunjukkan bahwa ketakutan akan Public Speaking menempati presentasi teratas (lebih dari 50%) dibandingkan dengan bermacam-macam ketakutan lain seperti takut ketinggian dll. Hm… ketakutan itu juga menghinggapi diriku.

Ga disangka si boss mendaftarkan saya pada Presentation Skill training di kantor. Padahal ngomong di depan umum paling ga suka, mendingan dikasih berjibun data biar saya olah dan saya ringkas menjadi sebuah grafik menarik. Tapi karena ga ada alasan untuk menolak, yaudah terima saja. Kumaha engke lah.

Ketika hari training tiba, ternyata ketakutan saya malah menghilang karena pesertanya hanya 12 orang dan diantara mereka ada salah satu division head yang bisa bikin kita ngakak. Hm… mikir juga, kenapa ya kalau ada batch training seringkali bareng si Bapak ini. Yang memberikan training dari sebuah lembaga trainnig multinasional yang untuk regional berpusat di Singapura.

Beberapa kata kunci yang diajarkan adalah:

Mata: finish a thought and pause
Postur: balance stance and descriptive gestures
Suara: strong volume and inflection
Visual: describe first, elaborate second, look-lock-talk and no-lock no-talk
Q&A: Actively listen, rephrase questions

Banyak sekali ilmu yang berguna yang saya dapatkan, TERNYATA. Dengan melakukan yang mereka ajarkan bisa mengurangi atau menyalurkan nervousness melalui power suara, gestures dan melihat fokus ke satu mata audience doang.

Hal yang pertama kali diajarkan adalah no lock no talk. Artinya, kalau mulut kita ngomong maka mata harus melihat salah satu mata audience. Ga boleh ngomong ketika mata liat meja, liat visual, merem, liat atap atau dinding. Setelah selesai satu fikiran bisa dalam satu kalimat atau satu frase sekitar 5 detik, baru mata boleh pindah ke audience lain. Jangan lupa pause ketika pindah mata biar kita ga capek, biar bisa mikir dan biar ngasih kesempatan sama audience untuk menyerap ide yang kita sampaikan.

Dan salah satu tip untuk menghilangkan non-words (mmhhhhhh…) adalah berhenti ngomong, pause.

Di training ini kita mempraktekan langsung 14 kali presentasi. Ga menegangkan sih, malah ketawa-ketawa riang gembira selama dua hari full day. Enak juga kalau tiap hari kek gini, ga kerja, malah ketawa-ketawa.

Malah senior saya, econometrician nanya,

“Lagi ikutan training apa sih, Mang? Kok isinya ketawa-ketawa terus? Kedengaran sampai meja saya loh. Jadi pengen ikutan batch berikutnya.”
“Presentation skill Pak. Hahaha… sok atuh Pak ikutan. “

Setelah dapet ilmunya, jadinya kami bisa menilai orang-orang yang berpresentasi di hadapan. Termasuk meniali ketika si Bapak divisi head itu mempraktekannya berbicara di depan umum melepas salah satu Direksi yang mengundurkan diri. Banyak yang salah dia tuh. Hehehe….

Jadi inget, ketika si Bapak ini selesai presentasi terakhir, kami ditanya apa yang bagus dari dia. Kami menjawabnya, “Komentarnya bagus!” Dia itu kalau ngomentarin orang bagus banget tapi pas dia sendiri yang melakukan paling ancur… Hahaha… tapi itu yang bikin menarik.

16 thoughts on “Getting along with Public Speaking

  1. nah ini baru comment beneran, mangkum, aku juga pernah dapat training itu, presentation skills… aseek juga, sempet jadi “artis” sesaat, lha wong, stiap kali latihan presentasi di-shooting trus hasilnya di bahas.. he…he..
    numpang beken walau sesaat

  2. kalo saya… abis presentasi mapres, kritikan dari wakil dekan adalah, ‘kurang berapi-api’.. lhaaa, saya kan bukan orasi.. eniwei, mau dunk kalo ada yang gratisan buat umum.. hehe..

  3. Ya harus bagus lah trainingnya, wong mahal kok bayarnya. Jadi followup selanjutnya apa nih? Ikutan lomba karaoke Jumat besok? Kan itu salah satu aplikasi dari public speaking lho😀

  4. Hahahaha …
    Memang awalnya rada nerpes gitu Pey …
    But believe me …
    Lama kelamaan … enjoy kok …

    Dan publik speaking itu sebetulnya sama kaya ngobrol ama temen aja …

    (hehehe trainer sotoy …)

  5. mantap niiaaan..bagus lagi mas.. di jelasin lebih lengkap lagi…

    biar ilmunya jariyah, hehehe ^^

    Asal jangan kaya bapaknya, bisa komen ternyata belum juga jadi praktiknya..😀

  6. Ternyata banyak teorinya ya? Kalau aku sih sudah biasa nggak pake teori. Main hajar aja…Apalagi dulu di pondok setiap minggu ada tiga sesi muhadoroh. Jadi kalau soal nerpes udah nggak ada lagi sekarang. Cuma, agar pembicaraan kita didengar dan dipirsa hingga pendengar tidak kabur, nah itu yang sulit. Kalau khutbah jumat, bagaimana membuat hadirin tidak tidur, nah itu juga sulit.

  7. Hahaha. Tampak menarik mang..
    Boleh dong saya didaftarin? Wekeke.
    Suara saya manteb lho klo lagi ngomong di depan umum..
    Kuenceng kaya pake toa😀
    Tapi ya itu.. makin grogi, makin kenceng, malah gak karuan, hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s