Kekuatan Fikiran

Malam Sabtu, di Jakarta terkenal dengan malam kemacetan. Kalau detik.com menyebutnya “Pamer Paha”. Ditambah dengan hujan, maka bisa dibilang, mobil2 pada parkir di jalan raya. Dengan kekhawatiran itu, saya nekad ngesod ke Gramedia Matraman. Alhamdulillaah, lalu lintas masih terkontrol.

Sambil menyumbat kedua lubang telinga dengan earphone, saya cari-cari buku. Seringkali, setelah liat ribuan buku, saya jadi disorientasi, buku apa tadi yang hendak dibeli? Jadilah muter-muter ga karuan dulu sebelum teringat tujuan semula.

Melihat sesosok bule setengah baya duduk sendiri kesepian di area signing book, ingatan jangka pendek saya terstimulus dengan sebuah err… beberapa buku yang nangkring satu rak sendiri tadi. Hm… ternyata dia adalah penulis. Ah males ketemu dia, entar diajak ngobrol lagi, males ngobrol pake bahasa Inggris. Pengennya cuman beli buku Pak Adler, kemudian balik kanan. Aha, iya, tujuan saya adalah membeli buku Pak Adler… ;P

Pura-pura ga liat, meneruskan langkah pelan-pelan ke rak EKONOMI. Eh dicegat tante-tante yang nawarin buku si bule itu. Dengan sopan, saya buka sumbat telinga, dan sambil tersenyum menampung kalimat marketing yang mengalir deras dari mulutnya. Weks, si bule itu malah nyamperin. Terjadilah saya ngobrol sama bule. Maleeesss…

Ah beruntung, bahasa Inggris si bule ini ga sambil kumur-kumur. Ternyata dia adalah ayah dari empat group musik The Moffatts: Frank Moffatt. Masih ingatkah mereka? Baguslah kalau masih ingat, berarti memori jangka panjang Anda masih terasah😆. Meskipun judul bukunya Your Second Fifty, dia cerita mengenai dirinya dan anak-anaknya. Ngga beda jauh sama The Secret.

Malah yang menarik adalah pengalaman hidupnya. Di mana, enam tahun yang lalu dia duduk termenung di depan sebuah danau miliknya. Punggungnya menghadap ke sebuah mansion miliknya. Dia sudah kaya. Kemudian dia bertanya pada diri sendiri, “Am I happy?”. Kira-kira begitu pertanyaannya. Sayangnya dia mendapati jawaban negatif, “No”. Jadilah dia melakukan sesuatu yang membuat teman-teman dan saudara-saudaranya melemparkan pertanyaan, “Are you crazy or something?” Kira-kira begitulah pertanyaannya. Dia memberikan semua hartanya, mansion, tanah dan danau itu. Ya memberikan. Kemudian dia terbang ke Thailand mengikuti meditasi. Dia nasrani tapi katanya dia tidak menganjurkan saya untuk mengikuti sarannya. Dia tidak melakukan ritual ibadah tapi berkomunikasi kepada Tuhan tolong tunjukkan saya hidup yang lebih baik, or something. Berkonumikasi dengan meditasi membuat dia bahagia. Dia juga melakukan hal yang anak muda lakukan, seperti ikut lari marathon di Bangkok. Menurutnya, orang tua ga ada bedanya dengan anak muda. Otot & otak ga berkurang ketika tua, pembentukan otot juga masih berlangsung. Ga ada alasan kalau tua ga bisa melakukan ini dan itu. Masih bisa.

Kekuatan fikiran emang dahsyat. Terbukti ketika keempat anaknya yang memiliki impian berbeda: pemain musik terkenal, jutawan (dollar Kanada), hadir di TV Show terkenal, dan satu lagi lupa. Dia, meminta anak-anaknya menuliskan mimpinya dan merencanakan bagaimana untuk meraihnya. Sekarang, impian keempat anaknya sudah tercapai. Dia juga sebelumnya ga bisa maen gitar. Tapi dia yakin dia bisa jadi jago maen gitar. Berlatih satu jam perhari. Dalam sepuluh tahun, dia bisa maen gitar, jago.

Segitu saja, sharing saya bertemu dengan orang ini. Benar-benar menginspirasi. Kekuatan fikiran emang banyak contoh kasus suksesnya.

8 thoughts on “Kekuatan Fikiran

  1. Udah lama nggak kesini.
    Benar kekuatan pikiran…mimpi yang harus terus menerus ditumbuhkan…suatu ketika akan tercapai.
    Tanpa tujuan, tanpa kekutan ingin mencapai tujuan….kita tak tahu mau kemana…walau memang ada yang mengatakan seperti air mengalir..lha kalau mengalirnya pelan-pelan? Atau tersumbat sampath?

  2. biasanya ya mang ketika semua fikiran berlabuh di suatu tempat jiwa dan raga berusaha untuk ikutan kesana…tentunya harus dengan usaha yang sungguh2 loh🙂

  3. mampir.. kekuatan pikiran (fikiran?) ikut mengendalikan loh. buktinya, walaupun bilang gak mau ngobrol sama dia, tapi akhirnya ngobrol juga sama si mofat ini. kenapa? karena di pikiran (bawah sadar) mangkum sebenarnya pengen ngobrol sama dia.. hehehe semacam law of attraction gitu deh😀
    (sotoynya mulai keluar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s