Giliran Wartawan yang Dicemarkan

(Klik link “Balas” di atas untuk berkomentar)

Sehari penuh mantengin tipi, mulai dari berita sampai infotainment. OVJ & Beauty And Aziz diketawain. Inbox & Dahsyat, ditonton juga. Dahsyat emang kegiatan saya minggu ini berteman dengan tipi, kecuali sinetron.

Kegiatan Twitter & Facebook dijarangkan. Bukan karena ga mau, ga ada sinyal GPRS. Payah nih ga bisa ngetweet sering-sering bahkan buat liat tweet orang lain pun sulitya betapa. Padahal kasus @lunmay lagi hangat-hangatnya dan menggelitik. Baca aja feednya di account orang iseng @lunmy (yang ditulis from twitterfeed bukan yang from web. Yang from web mah bukan dari Luna).

Liat di infotainment, semua infotainment mencela @lunmay. Ga ada yg mendukung. Bahkan ada satu infotainment yang menayangkan meeting para wartawan membahas penghinaan ini. Ujungnya….

Wartawan melaporkan tweetsnya @lunmay ke Polisi karena penghinaan yang dilancarkannya ke wartawan infotainment. Salah satu pasal yang mereka gunakan adalah pasal yang sama dengan RS OMNI terhadap Bu Prita.

Nah ini yg bikin geli, di mana-mana, yang ada, wartawan yang dilaporin karena mencemarkan nama baik, tapi kasus ini kebalik, wartawan yang lapor polisi karena merasa dicemarkan. Hihihihi…. Selamat berjuang wartawan, wakakakakak…

“Salam kebebasan berpendapat!” kata para wartawan beneran.

7 thoughts on “Giliran Wartawan yang Dicemarkan

  1. Semua fihak memang perlu introspeksi ya … jangan hanya mengedepankan hak sementara kewajiban menghormati hak orang lain sering diabaikan …

    mangkum
    Setuju Pak.
    Yang menarik di sini sih menurutku bukan kasusnya. Biasanya kan wartawan yang suka berteriak kebebasan berpendapat, sekarang mereka yang di sisi membungkam pendapat orang lain.

  2. Saya baru dari blog nya kang Aggara..kelihatannya LM mau jalan terus sampai pengadilan….sebetulnya ini yang paling baik, sekaligus menguji UU ITE.
    Padahal, sebagai orang awam, menurutku musyawarah yang paling baik, tak bertele-tele

  3. Kalo saya kebebasan berpendapat harus dibarengi dengan kedewasaan seseorang untuk tidak menggunakan kata-kata hinaan (kecuali kalau dihina duluan tentu saja). Paling bagus adalah menyindir, yang mempunyai seni, yang tidak menggunakan kata2 kasar tapi tetap sakit di hati !! Huehuehuehue….:mrgreen:😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s