Dirgahayu Danareksa ke-33

Hari ini Danareksa telah ganjil berusia 33 tahun. Sudah dewasa, semoga semakin berjaya.

Tiga puluh tiga tahun. Ada karyawan yang sejak pertama kali berdiri ga pindah-pindah, tapi tahun ini sudah pensiun. Dia adalah salah satu BOD yang hidupnya sangat sederhana. Soalnya saya pernah berkunjung ke rumahnya. Sekilas ga bakal nyangka ini adalah rumah mantan PJS Direktur Utama sebuah perusahaan pelat merah terkemuka. Dua kilas sampai lima kilas juga masih ga bakalan nyangka. Padahal dia bergelar CFA tapi karena kerendahanhatinya gelar CFA-nya ga dia taruh di belakang namanya sehingga hanya sedikit karyawan saja yang tahu, termasuk saya. Begitulah potret salah satu aset karyawan loyal yang dimiliki oleh Danareksa.

Saya. Saya sudah empat tahun bekerja di institusi ini. Tepatnya bukan bekerja tapi “bersekolah” di Danareksa. Sejak pertama kali masuk, pengetahuan saya tentang pasar modal nol kecil. Ga bisa ngebedain apa itu saham, obligasi dan reksadana. Tapi masih bisa ngebedain reksadana dan Danareksa. Pokoknya ga ngerti sama sekali. Saya bergabung bukan karena kemampuan finance tapi karena kemampuan komputasi di samping kemampuan kuantitatif yang pasti dimiliki oleh statistician. Eh kalau ngomong-ngomong katro pas pertama kali masuk, ada temen yang lebih parah lagi sih. MBA dari Amerika saja ga bisa ngebedain Danareksa dan reksadana (mutual fund).

Di Danareksa selama 4 tahun (sama dengan masa kuliah Sarjana), saya belajar banyak banget. Dari mulai ngatur database, pake program VBA Excel (yang diabadikan di blog excelquotient.wordpress.com), bikin report review, bikin report outlook, update market, nulis di media, diwawancara sama wartawan dan terakhir adalah menjadi Credit Analyst yang kini masih dipelajari. Berterima kasih sekali sama bos, ex-bosses, team dan former team yang sangat solid. Saya bisa belajar banyak dari mereka. Karena merekalah, saya jadi bisa seperti sekarang ini (Emang jadi apa? LOL)

Selain sebagai sekolah, eh ternyata saya “tidak” bekerja untuk Danareksa. Tapi kebalik. Danareksa-lah yang bekerja buat saya. Nama besarnya telah membesarkan saya. Tanpa Danareksa, saya bukan apa-apa. Ga mungkin analisis dan reports saya dianggap sama orang lain tanpa diembel-embeli Fixed Income Analyst Danareksa. Semakin tersadar setelah salah satu kolega yang keluar dari Danareksa bilang kalau Research Danareksa emang paling TOP. Ini jadi memicu saya untuk berbuat yang terbaik di tahun 2010. Ya, salah satu resolusi saya adalah ingin perform di tahun depan, ga seperti tahun ini.

Mengenai kehidupan sosialnya, jangan tanya. Orang-orangnya baik sekali. Betah banget. Kegiatan “exkul”-nya pun beragam. Mulai dari futsal, tennis, badminton, pingpong, golf, fotograpi, sepeda dan sampai kegiatan rohani, jalan semua. Bahkan ada komunitas penonton film bioskop, wehehehe… saya termasuk di situ. Saya juga ikutan sepeda dan kegiatan rohani. Dan tahun ini, mau gabung komunitas fotograpi secara senjatanya sekarang udah punya😛. Kalau hunting, gw harus ikutan…! Orang-orang di ruangan saya pun seperti keluarga sendiri. Terobati lah jauhnya peran orang tua di kampung halaman…😀

That’s why, there’s no reason for me to leave this cozy office. I love Danareksa. Oya, kalau lagi ulang taun gini, di kantor suka distel mars Danareksa dan lagu wajib kebangsaan. Gegap gempita lah…. Ga mengganggu pekerjaan juga sih, karena udah akhir tahun.

Dirgahayu Danareksa. Semoga jaya dan tetap tegar meskipun ditimpa krisis. Dalam menjalankan bisnisnya semoga masih berada dalam koridor aturan agama, aturan negara dan norma sosial, dengan tetap memelihara dignity dan integrity. Dan tentunya semoga karyawannya lebih sejahtera lahir dan bathin dalam lindungan Allah. Amin ya Rabb.

4 thoughts on “Dirgahayu Danareksa ke-33

  1. Hmm..menyenangkan sekali membaca sebuah tulisan yang menyatakan bahwa perusahaan telah berjasa padanya, karena hal ini jarang terjadi. Pekerja baik, berkualitas, selalu menganggap perusahaan adalah tempat dia belajar, namun pekerja yang menuntut (walau dia pandai) biasanya hanya menuntut kekurangan perusahaan dalam menilai dirinya.

    Selamat berjuang, belajar dan bekerja Mangkum…semoga engkau sukses….fondasi yang kuat untuk meraih kesuksesan adalah mensyukuri dan selalu ingin berbuat terbaik di bidangnya.
    Kapan2 kita tukar pengalaman ya….

    mangkum:
    Siap bu En! Semoga tahun ini lebih baik bagi Bu En juga.

  2. Saya juga tidak bisa membedakan antara Danareksa dan Reksadana lho, paling tahunya cuma salah satu adalah nama “perusahaan” dan satunya lagi nama “produk” institusi keuangan (eh bener nggak ya?) … Jangan-jangan yg nggak tahu bedanya menganggap itu mirip antara Tokyo dan Kyoto serta Surakarta dan Kartasura … heheheh …

    BTW, salut atas refleksi perjalanan karir-nya, semoga semakin sukses di masa mendatang terutama menyambut tahun 2010 …

    mangkum:
    Amin dan mengamini buat Pak Oemar juga…
    Hehehe… wajar sih Pak kalau susah ngebedain Danareksa dan Reksadana mah…😀

  3. SEPAKATTTT!!!
    Gue jg ngerasa kalau gak ada nama Danareksa, apa iya gue msh dianggep? Tapi jangan sampai itu jadi belenggu buat kita, Mang. Maksud gue, jangan sampai kita gak berani eksis tanpa ada embel2 nama perusahaan. Tapi memang untuk sampai ke arah sana harus diretas dulu jalannya.

    Jadi Pak WW itu CFA ya? Baru tahu gue. Untung mampir ke blognya si Mamang😀

    Yup, semoga kesejahteraan lahir batin kita meningkat tahun ini!!! ;;)

    mangkum:
    Amiiin.
    Hiya Met. Artinya, kalau keluar dari Danareksa maka harus jadi Head…😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s