Sad Ending or Happy Ending?

Menanti Sunrise Pertama 2010
Menanti Sunrise Pertama 2010

Kalau nonton film, seseru apapun, seringkali diakhiri dengan kegembiraan. Film Hollywood biasanya seperti ini. Padahal akhir dari sebuah cerita ga harus happy ending. Memberikan ujung yang menyedihkan selama pesan yang disampaikan tersampaikan malah lebih baik daripada memaksakan happy ending yang malah merusak jalan cerita, seperti film 2012.

Karena begitu melimpahnya film yang menyajikan happy ending maka saya sangat menyukai film yang berujung sedih. Itu aja sih alasannya. Sebagai bukti, film yang bagus di tahun ini, Avatar misalnya. Akhir yang gembira itu ga perlu. Karena, di dunia nyata dengan cerita yang sama malah terjadi kebalikan. Lihat saja industri oil & mining. Bagaimana cara corporatocrasy itu mendapatkan tujuannya? Yah sama dengan cerita Avatar, mengusir penduduk asli dengan berbagai cara dan VOILA! jadilah tanah yang kaya akan barang tambang itu sukses dieksplorasi. Sangat jarang mendengar cerita real yang sebaliknya: gagal dieksplorasi. Karena itulah, saya males nonton Avatar, selain karena kualitas animasi yang tidak memuaskan.

***

Dalam kehidupan nyata, sad ending dalam satu fase kehidupan tentunya sangat ingin dihindari. Siapa yang mau bersedih coba? Namun, di tahun 2009 lalu, hampir saja cerita kehidupan saya diututup dengan sad ending.

Pertengahan Desember saya sedih. Ga jadi 2 years trip yang diidam-idamkan: Bromo, Bali dan Lombok. Padahal itinerary udah siap dan tiket sudah dibeli. Kecolongan di jasad saya yang mengizinkan virus menginvasi tubuh menjadi penyebabnya. Ga jadi deh 2 years trip ini. Besoknya, berganti kesenangan. Sebuah kamera yang diidamkan sejak akhir tahun 2008 lalu, baru terbeli sekarang. Alhamdulillaah.

Menjelang beberapa hari tutup tahun, karena miskomunikasi, saya kehilangan satu orang di database sahabat. Sedih sekali. Sekarang ujiannya masih berlanjut dan berharap akhir tahun 2009 bukan ending dari kisah ini.

Namun, ternyata penutupnya bukan kesedihan ini, saya mendapatkan pengganti 2 years trip yakni trip Garut. Mengunjungi Candi dan Situ Cangkuang, mendaki Gunung Papandayan untuk melihat penampakan pertama matahari 2010 dan diakhiri dengan onsen a.k.a hot springs di daerah Cipanas. Airnya panas banget kaya kesiram air termos. Tiga orang bule aja ga kuat. Awalnya saya kepanasan. Tapi teringat seorang kawan yang bilang kalau sakit itu adalah persepsi maka saya beranikan diri nganclom ke kolam air panas. Setelah itu malah betah. Hehehe… Mangstab nih liburan. Dokumentasinya silahkan lirik BUSTED BY KISS.

Bagaimana dengan akhir tahun 2009 lalu Anda? Apakah diakhiri dengan kesenangan atau kesedihan?

Apapun akhirnya, saya teringat pesan Prasetya M Brata bahwa segala masalah yang datang adalah ujian dari Allah yang harus kita jawab. Pilihannya mau dijawab atau bahkan soal ujiannya dibalikin lagi ke Allah. Hm… sebaiknya kita berusaha untuk merubah nasib sendiri karena dengan demikian Allah bakal merubah nasib kita. Tentunya, merubah menjadi lebih baik. Menjadi manusia yang lebih baik adalah keinginan kita, bukan?

Sad Ending or Happy Ending

Kalau nonton film, seseru apapun, seringkali diakhiri dengan kegembiraan. Film Hollywood biasanya seperti

ini. Padahal akhir dari sebuah cerita ga harus happy ending. Memberikan ujung yang menyedihkan selama pesan

yang disampaikan tersampaikan malah lebih baik daripada memaksakan happy ending yang malah merusak jalan

cerita, seperti film 2012.

Karena begitu melimpahnya film yang menyajikan happy ending maka saya sangat menyukai film yang berujung

sedih. Itu aja sih alasannya. Sebagai bukti, film yang bagus di tahun ini, Avatar misalnya. Akhir yang

gembira itu ga perlu. Karena, di dunia nyata dengan cerita yang sama malah kebalikan. Lihat saja industri

oil & mining. Bagaimana cara corporatocrasy itu mendapatkan tujuannya? Yah sama dengan cerita Avatar,

mengusir penduduk asli dengan berbagai cara dan VOILA! jadilah tanah yang kaya akan barang tambang itu

sukses dieksplorasi. Sangat jarang mendengar cerita real yang sebaliknya. Karena itulah, saya males nonton

Avatar, selain karena kualitas animasi yang tidak memuaskan.

Dalam kehidupan nyata, sad ending dalam satu fase kehidupan tentunya sangat ingin dihindari. Siapa yang mau

bersedih coba? Namun, di tahun 2009 lalu, hampir saja cerita kehidupan saya diututup dengan sad ending.

Pertengahan Desember saya sedih. Ga jadi 2 years trip yang diidam-idamkan: Bromo, Bali dan Lombok. Padahal

itinerary udah siap dan tiket sudah dibeli. Kecolongan di jasad saya yang mengizinkan virus menginvasi tubuh

menjadi penyebabnya. Ga jadi deh 2 years trip ini. Besoknya, berganti kesenangan. Sebuah kamera yang

diidamkan sejak akhir tahun 2008 lalu, baru terbeli sekarang. Alhamdulillaah.

Menjelang beberapa hari tutup tahun, karena miskomunikasi, saya kehilangan/menghilangkan satu orang di

database sahabat. Sedih sekali. Sekarang ujiannya masih berlanjut dan berharap akhir tahun 2009 bukan ending dari

kisah ini.

Namun, ternyata penutupnya adalah pengganti 2 years trip yakni trip Garut. Mengunjungi Candi dan Situ

Cangkuang, mendaki Gunung Papandayan untuk melihat penampakan pertama matahari 2010 dan diakhir dengan onsen

a.k.a hot springs di daerah Cipanas. Airnya panas banget kaya kesiram air termos. Awalnya kepanasan. Tapi

teringat seorang kawan yang bilang kalau sakit itu adalah persepsi maka saya beranikan diri nganclom ke

kolam air panas. Setelah itu malah betah. Hehehe… Mangstab nih liburan. Dokumentasinya silahkan lirik BUSTED BY KISS.

Bagaimana dengan akhir tahun 2009 lalu Anda? Apakah diakhiri dengan kesenangan atau kesedihan?

Teringat pesan Prasetya M Brata bahwa segala masalah yang datang adalah ujian dari Allah yang harus kita jawab. Pilihannya mau dijawab atau bahkan

soal ujiannya dibalikin lagi ke Allah. Hm… sebaiknya kita berusaha untuk merubah nasib sendiri karena

dengan demikian Allah bakal merubah nasib kita. Tentunya, merubah menjadi lebih baik. Menjadi manusia yang lebih

baik adalah keinginan kita, bukan?

10 thoughts on “Sad Ending or Happy Ending?

  1. pesta pasti usai, badai pasti berlalu, we’ve got to move on, tahun yang baru sudah terbentang tantangan baru, ada kesedihan, ada kebahagiaan, begitu jg sebaliknya…slama hidup ini belum sampai ending

    mangkum:
    Berarti endingnya ketika kita sudah tidak hidup ya? Ending di akhirat semoga husnul khatimah.

  2. ending 2009??? ya awal 2010.. 2010 mudah2an awal happy happy…🙂
    (liburan teu ngajak2 euy mang…)

    mangkum:
    semoga happy yah…!
    wah lainna berencana liburan jeung amunick?

  3. akhir taun 2009 hanya di rmh ajah. melihat kembang api dari dalam jendela kamar. begitu meriah hanabinya. stlh itu tidur. gak seru bgt yah. hehehe.

    mangkum
    iyah ga seru -LOL
    liat blekberi yg berubah tahun keknya lebih seru deh😛
    eh, hanabinya difoto ngga?

  4. Ending 2009 gw ga bisa digambarkan dengan kata2..
    Sukaaaaaa!
    Tapi yah hidup kaya roller coaster..
    Dalam waktu singkat juga bisa berubah jadi sedih..
    Hmm..

    mangkum:
    Beda lah ari penggemar Dufan mah, analoginya teh roller coaster😛 (jiga lagu RHCP wae)

  5. ah, toh tahun nggak ada yang bener2 baru, sama seperti nggak ada yang bener2 baru di atas muka bumi… *merusak semangat orang MODE ON*

    =p

    mangkum:
    Gitu doang mah ga ngerusak Yo. Kurang…😛

  6. diakhiri dengan kesedihan karena gw harus ninggalin adek2 and nyokap dirumah mang…
    senangnya adalah liburan ini lumayan heboh😀

    mangkum:
    Kita ga ketemu ya Ri, cuz gw nya sakit menular dan setelah sembuh lansung trip ke Garut😀

  7. Akhir taonnya Rie…
    kesedihan yang berakhir kesenangan juga
    kesenangan yang berakhir kesedihan.

    karena ketika kita sedih tentu bakal menemukan kesenangan dan sebaliknya

    pokokna mah maju terus!!! heheheh

    mangkum:
    Ah hidup memang dinamis ternyata Rie

  8. Waw …
    Sunrise pertama … keren …

    mengenai Sad Ending atau Happy Ending ?
    mmm … pergantian tahun itu bukan Ending …
    So .. it’s just another day …
    dan as ussual …
    Hari ini lebih baik dari hari kemarin
    Hari Besok harus lebih baik dari hari ini

    Salam saya Pey …

    mangkum:
    Nah itu dia, besok harus lebih baik dari hari ini, itu kuncinya ya Om…😉

  9. Sudah lama tidak buka lapak di sini:mrgreen:
    Film yang good ending sangat banyak jumlahnya mungkin karena lebih mudah membuatnya..
    Film dengan sad ending terbaik yang pernah saya tonton sih Titanic.

    mangkum:
    Iya juga, baru ngeh Titanic ternyata ujungnya sedih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s