Parijs van Java Museum Tour

Naik kereta api, kembali saya bersama teman ibackers pergi ke Kota Parijs van Java. Kali ini niatnya adalah tur museum di Bandung sambil menghabiskan voucher hotel yang saya beli dua tahun lalu. Hanya ada enam museum di kota Bandung ini yang tercatat di website resmi museum Indonesia. Itinerary sudah saya susun seperti di Google Maps ini.

Ada update mengenai jam buka Museum KAA jadi lebih siang seperti detail di Google Maps di atas.

Kami baru kumpul dengan rombongan lain yang naik travel pukul sebelasan, maka hanya satu museum saja yang berhasil kami datangi, yakni Museum Geologi. Lewat pukul 13, kami ga bisa mengunjungi museum lain karena sudah pada tutup, maka acara berikutnya adalah MEOK (makan enak dan OK) dulu di Nasi Bancakan yang ngantrinya ya ampyun panjang sangat. Setelah nikmat dan kenyang, kami Check-in Hotel.

Museum Geologi
Museum Geologi

Lucunya, angkot yang kami charter masuk ke loby Hotel. Saya sempat bertanya, yakin nih kita masuk pake angkot? Tapi ya angkot kepalang belok dan dicek sama sekuriti yang senyumnya ditahan. Kitanya juga berdelapan di dalam angkot ketawa-ketawa. Ga berhenti sampai di situ, nasib kami seolah dibanting dengan datangnya sedan Lexus di belakang angkot. Heuheu… Sebuah pemandangan ekstrim yang bikin miris. Kasian kami terlihat begitu katro turun dari angkot. Harga diri kami dibanting sama mobil merah Lexus yang ngebuntutin dari belakang. Namun, kasian juga Hotel ini dan yang punya Lexus, harga diri mereka juga terbanting, “Masa gue disamain derajatnya dengan angkot?” Heuheu…. Terserah mau pake sudut pandang yang mana😛

Setelah check-in kami menikmati indahnya pemandangan kota Bandung dari lantai 18. Ngecheck dan bagi2 kamar, ngobrol-ngobrol, foto-foto narsis sampai cape yang moto, ngopi-ngopi, nonton tivi, sholat jama’, mandi kemudian berikutnya adalah hang-out: belanji, MEOK dan nonton di Blitz Paris van Java. Di angkot (teuteup), kami bercanda ketawa sampai sakit perut, keluar air mata dan ingus. Tapi alhamdulillaah masih bisa nahan biar kentut ga keluar…😆

Habis nonton, kami nyarter angkot lagi minum susu di daerah apa ya? Entahlah… Habis itu kami menarsisi Gedung Merdeka, Museum KAA, di tengah malam bersama para fotografer dan narsiser lainnya. Setelah puas kami berpulang ke Hotel masih dengan angkot. Mau tidur duh malah ngobrol ga tau tuh pada tidur jam berapa, yang pasti saya bangun jam setengah tujuh langsung sholat Shubuh kabeurangan.

Paginya, yang lain pada renang, saya mah masih tidur. Sampai jam sarapan baru saya turun ke restorannya untuk MEOK. Satu orang bayarnya Rp75rebu. Vouchernya cuman ada 5 sedangkan rombongan ada 7 (satu orang ga nginep). Karena tau harganya mahal, maka kami ga menyianyiakan makanannya. Semua dicoba sampai kenyang. Nabung juga biar ga makan siang…😀.

Setelah pada mandi jam 12an kami menuju check-out dengan menitipkan backpack di Hotel. Kembali kami masih tetap naik…. ya… angkot hehehe…. Dan kembali pas check-out di belakang angkot kami diikuti mobil…. ya Lexus…. hehehe…

Tujuan pertama adalah Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Hampir tutup tapi masih bisa dikunjungi. Spooky abis ni museum. Menelusuri jejak perjuangan bangsa Indonesia yang penuh darah, cacat dan nyawa, kami berterima kasih kepada para pahlawan dan mujahidin yang dengan rahmat Allah berhasil mengusir para penjajah dan merebut kemerdekaan. Yang sayangnya kini kemerdekaan dinikmati dengan musik dangdut, kebebasan majalah Playboy, film-film yang sekarang sedang mengubur lagi dirinya sendiri dengan menjual tema murahan: seks dan bebasnya para politikus melakukan apapun terserah lubang pantat mereka.

Setelah dari situ, kami menuju Museum Pos yang kata website-museum buka tiap hari. Namun, pas ke sana tutup, kata satpamnya buka di hari kerja aja sesuai jam kerja. Dwoh! Hanya tinggal satu museum yang paling mungkin dikunjungi yakni Museum Barly (lukisan) di bilangan Sarijadi. Tapi kami menskipnya karena takut ketinggalan travel pulang menuju Jakarta. Masih dengan angkot, kami balik lagi ke Hotel untuk ambil tas lalu menuju ke travel. Sebelum pulang, kami MEOK dulu di Nasi Bakar Halilintar dekat pintu masuk Ciwalk.

Yang seru dari sebuah trip, tidak hanya tujuan trip tapi dengan siapa kita ngetrip. Ya terimakasih sama teman-teman ibackers yang bikin trip apapun jadi seru dan lucu. Jadi terasa banget liburannya dan lepas banget stressnya… Alhamdulillaah.

Fotonya silakan koprol ke mari.

6 thoughts on “Parijs van Java Museum Tour

  1. Sudah pernah beberapa kali ke musium Geologi karena nganter tamu. Musium KAA baru setelah puluhan tahun di Bandung … Yg lain gimana nanti aja …

    mangkum:
    Museum KAA nya sayang dibuka cuman di weekdays aja.
    Jadinya malam aja ke sananya, sambil teringat Pak Grandis yang meneliti lorong itu….🙂

  2. Hehehe…Mangkum ide bagus tuh…jalan-jalan di Bandung charter angkot, selain isi lebih banyak, sopir angkotnya juga suka…..
    Cuek aja, suatu ketika Mangkum juga bisa beli Lexus…hehehe

    mangkum:
    Amiiin…
    Dan suatu saat pengen bagi2 Lexus ke temen2 heuheu…

  3. ternyata ini alasan knpa loe kerja 12 jam sehari. yap, demi sebuah lexus emg kudu kerja keras. hahaha.😀

    mangkum:
    Kerjanya agak lembek dikit deh Gi.
    Dapet Lamborghini juga ga apa-apa…😛

  4. blom pernah kesana…nanti deh kalo liburan ke bandung, mangkum mo nemenin😉

    mangkum:
    dengan senang hati…
    kita bisa bareng Pak Grandis hehehe…. biar ga penasaran sama lorong di KAA itu…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s