Kerbau means Buffalo?

Hari #1 backpacking
17 Maret 2010

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu setelah setahun datang juga. Alhamdulillah masih dikasih nyawa, kesehatan dan kesempatan untuk trip. Ketiga hal itu penting banget, karena empat dari rombongan trip ga jadi berangkat akibat tidak diberinya kesempatan oleh orangtua atau bossnya.

Kali ini saya bawa 3 gembolan. Gembolan pertama, ya tas carrier untuk naek gunung yang terisi 2/3. Gembolan kedua adalah tas yang isinya si Kiss beserta perlengkapannya. Dan gembolan terakhir adalah leptop dan segala berkas kerjaan yang belum selesai.

Sesuai rencana, saya backpacking selama delapan hari ke empat kota: Singapura, Bangkok, Phuket dan Kuala Lumpur. Transportasi antar kota menggunakan pesawat AirAsia promo free seat & fuel. Artinya dalam delapan hari, saya melakukan lima kali flight berjarak lebih dari 3000 mil atau 4.828 km.

First Flight
First Flight

Tujuan pertama adalah Singapura. Di Singapura kami tinggal selama 3D2N. Penerbangan pertama AirAsia sekitar pukul 7 WIB tidak mengalami delay. Pesawat mendarat di Terminal 1, Changi Airport. Untuk menuju tengah kota, kami harus pergi ke terminal 2 dulu menggunakan skytrain.

Fact:
Ada 4 terminal di Changi Airport. Terminal 1, 2, 3 dan Budget Terminal. AirAsia menempati terminal 1. MRT menuju tengah kota Singapura ada di Terminal 2. Dari terminal 1 dan 3 menuju terminal 2 bisa menggunakan skytrain. Sedangkan dari Terminal Budget menggunakan Shuttle bus.

Setelah melewati imigrasi, kami mengambil brosur peta Singapura beserta jalur MRT. Ga bakal tersesat lah kalau di Singapura mah. Informasi mengenai transportasi, penginapan dan lain-lain sangat lengkap.

Dari terminal 2 kami naik MRT menuju penginapan untuk check-in dan menyimpan tas. Namun, kartu EZ Link saya yang dibeli 2 tahun lalu sudah tak bisa dipakai lagi namun bisa di-refund di selected stations macem Bugis dan Dobby Ghaut. Jadinya, di sana saya beli lagi kartu EZ Link seharga SGD15 di mana SGD5 untuk kartu dan SGD10 adalah nilainya. Nahas, uang kembalian saya ada satu lembar BND10 bukan SGD *sigh* sebel kali aku.

Naik MRT, kami turun di stasiun Little India karena memang hostel yang kami pesan via hostelworld.com (Footprints Hostel) ada di daerah ini. Hostel ini terletak antara stasiun Little India dan Bugis. Jauh dari MRT namun dekat dengan halte bis. Susah sekali membaca peta yang saya ambil di airport karena memang petanya agak ngaco dikit. Di deket stasiun Little India ada jalan Buffalo dan jalan Kerbau. Saya pikir itu jalan yang sama. Ternyata berbeda tapi deketan. Pengen liat Google Maps di Blackberry mahal pulsanya bo. Jadinya ya kami mempercayakan pada peta itu dan nanya ke orang sekitar. Akhirnya sampai juga ke hostel.

Tip:
Hostel bisa dipesan online via internet. Kalau saya suka pake hostelworld.com. Pilih hostel yang dekat dengan stasiun MRT atau halte bis agar memudahkan trip dan agar ga bikin betis membesar.

Setelah check-in kami beristirahat sebentar lalu jalan kaki menuju Jalan Besar lurus ke Bencoolen St. Masuk ke The Bencoolen, pengen tau aja ada apa di sana. Di perempatan Middle Rd kami makan siang dulu. Pesan nasi goreng, wuih warnanya bo… MERAH MENYALA macem di neraka. Tapi ga terlalu pedas, pas lah pedasnya namun porsinya kebanyakan.

Nasi Goreng Al-Jilani Restaurant
Nasi Goreng Al-Jilani Restaurant

Hari pertama di Singapura yang kami lakukan adalah makan, narsis di Merlion dan Esplanae, ke mall, jalan kaki menelusuri kota Singapura dengan udara yang bersih sampai pegal dan foto-foto. Orchard Rd adalah surganya belanja. Sepanjang jalan mall semua. Tapi jangan lupa sholat ya… Di seberangnya Paragon ada Masjid al-Falah loh.

Merlion and Me
Merlion and Me

Di Orchard saya ga belanja. Harganya emang lebih murah bagi barang-barang bermerek dibandingkan harga di Jakarta. Makanya banyak orang Indonesia yang memilih memborong di Singapura. Tapi meskipun lebih murah, buat saya mah tetep mahal.

Masjid Al-Falah
Masjid Al-Falah

Dari Orchard kami jalan kaki menuju hostel. Makan malamnya di warung makan China halal: New Hawa di pertigaan Selegie Rd dan Mackanzie Rd. Pesannya nasi lemak.

Nasi Lemak
Nasi Lemak

Gear:
Untuk trip luar negeri lengkapi gadget Anda dengan peta. Alangkah lebih baik jika memiliki fitur GPS. Namun peta yang digunakan jangan Google Maps atau Blackberry Maps karena kedua peta ini membutuhkan koneksi  internet yang akan menguras pulsa Anda percuma. Saran saya, belilah handphone Nokia karena sudah ada Ovi Maps yang petanya terinstal di dalam henpon, ga membutuhkan koneksi internet. Nokia low-end aja udah dilengkapi Ovi Maps kok. Saya pake Nokia Classic 2700. Ovi Maps lebih bagus dan sangat membantu dibandingkan peta resmi dari brosur.

Gambar-gambar lainnya silakan liat di sini.

Bersambung…

One thought on “Kerbau means Buffalo?

  1. hostelnya recommended ngga mang?

    mangkum:
    Kalau belum ngerti Singapura, ngga terlalu direkomendasikan karena jauh dari stasiun MRT.
    Tapi kalo udah ngerti recommended karena deket halte bis. Pake bis ga dikasi tau ini stasiun apa. Ga ada kondekturnya pula. Jadi emang harus udah tau.
    Kalau dari kebersihan kenyamanan dan keramahan pegawainya sih OK. Tapi kamarnya semua dormitory ga ada yg sekamar berdua dan lokernya hanya muat tas kecil aja. Untuk loker gede, ga ada kuncinya, percuma. Jadi dari segi keamanan emang agak kurang kalau bawa barang berharga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s