Buang Bath di Jatujak

Hari #4 & 5 backpacking
20 & 21 Maret 2010

Malam-malam kami terbang dari Changi Airport menuju Suvarnabumi Airport. Kami berenam menggunakan Big Taxi untuk menuju hostel. Big Taxi ini macem Avanza tersedia secara resmi di airport. Saya menunjukkan tulisan alamat hostel bernama Sawasdee Khaosan Inn ke supir Taxi namun dia menolak untuk membacanya. Dia bilang tahu lah di sekitar Khaosan.

Sawasdee Khaosan Inn di depannya ada Airport Bus
Sawasdee Khaosan Inn di depannya ada Airport Bus

Keamanan di Bangkok selalu saya pantau pas di Singapura. Takutnya macem beberapa tahun lalu di mana Suvarnabumi diduduki oleh para demonstran. Tapi alhamdulillah tak terjadi kejadian yang tak mengenakan di sana. Hanya, pas di perjalanan panjang dari airport menuju Khaosan Rd kami diberhentikan aparat keamanan yang jaga malam. Si supir Taxinya mungkin bilang, ini rombongan turis menuju ke Khaosan. Hanya segitu aja, tak ada pemeriksaan tas dan lain sebagainya. Saya lihat di sepanjang jalan, banyak tentara atau Polisi berkostum lengkap berjaga di setiap perempatan kota Bangkok.

Taxi berhenti di belokan ke Khaosan Rd. Pas saya tunjukkan kembali tulisan alamat Hostel ke supir Taxi, dia malah ngambil sesuatu di dashboard. Oalah dia ngambil suryakanta bo. Setelah memicing-micingkan mata plusnya, dia bilang, ya di Khaosan Rd ini, mobil tak bisa masuk. Hm… padahal di kertas itu alamat Sawasdee Khaosan Inn adalah di Chakapong Rd No. 18 Banglumphu, Pranakorn, Bangkok, bukan di Khaosan Rd. Ya mau di kata apa, nurut saja kami turun dari Taxi. Saya ngasih kenang-kenangan duit Rp2000,- buat si supir Taxi karena di deket cermin atas mobilnya terselip beberapa mata uang asing.

Khaosan Road
Khaosan Road

Sambil membawa gembolan, kami berjalan merangsek lautan backpackers yang sedang menikmati minuman disertai dentuman musik keras dari bar & lounge di sana. Kami tak bergeming sedikitpun. Kaki tetap kami geser, gembolan tetap kami gembol *lebay*. Di hampir tengah-tengah Khaosan Rd, kami melihat plang Sawasdee Bangkok Inn. Hm kami masuk ke Gang sempit untuk menanyakan hostel sodaranya: Sawasdee Khaosan Inn berada. Ternyata, Hostel yang kami cari emang bukan di Khaosan Rd, tapi tinggal lurus aja dari tempat Taxi berhenti. Di depan Hostel kami ini ternyata adalah tempat pemberhentian bis resmi dari airport. Kalau kami naik bis, turunnya langsung di depan hostel ini.

Nyampe Hostel jam 12 malam, eh ternyata masih jam Singapura. Jam Bangkoknya masih jam 11 malem. Setelah check-in, saya mandi, sholat dan langsung deh tidur.

Besoknya saya liat di hape ada SMS dari nomor tak dikenal. Tapi saya bisa menebaknya, ini SMS dari Kang Ocon. Langsung aja saya bales kalau kami menginap di Hostel ini. Dia tahu soalnya pernah menginap di mari. Pas kami sarapan, akhirnya datang juga moderator iback ini. Hehehe… senang sekali.

Sarapan bersama Kang Ocon
Sarapan bersama Kang Ocon

Dengan hadirnya Kang Ocon, kami ga perlu mikirin harus ke mana-mananya. Tinggal ngekor aja hehehe…. Saya juga udah lupa pas tahun 2008 lalu trip di Bangkok. Tujuan pertama adalah mengantar tiga orang rombongan yang belum trip Wat. Menggunakan boot di sungai Chao Praya, Kang Ocon membawa mereka ke Wat Po, yang di dalamnya terdapat patung Budha besar lagi tiduran. Kami yang sudah pernah ke sana, ga masuk. Nungguin di luar aja. Setelah kunjungan selesai, dilanjutkan ke Grand Palace. Kami menunggu dengan makan nasi omelet di pinggir jalan. Hehehe… bekpeker banget deh… Saya sama Kang Ocon habis dua piring. Nasi pake telor mah di mana-mana juga nikmat euy. Tak tergantikan lah… Habis itu kami menunggu di Cafe Au Bon Pain di seberang pintu keluar (yang merupakan pintu masuk juga) Grand Palace.

Makan ala Backpacker: Nasi pake Telor
Makan ala Backpacker: Nasi pake Telor

Tips:
Muka orang Indonesia yang sering dianggap orang Thailand bisa dimanfaatkan untuk masuk ke Grand Palace secara gratis. Kalau foreigners harus bayar kalau ga salah THB300. Lumayan kan hemat sekitar Rp90 rebuan.

Habis itu adalah waktunya belanja di Chatuchak Weekend Market. Kami menunggu bis di halte bis. Selama perjalanan yang cukup panjag, alhamdulillaah bisa tidur berkualitas dalam bis.

Emang bener deh Pasar Chatuchak ni murah dan luas banget. Di sana sampai ketemu sama celebritis dari Indonesia, Nina Tamam. Saya ga ketemu dia sih. Saya sama Kang Ocon melipir dulu ke Tourist Information Center untuk ngambil peta Chatuchak biar ga nyasar. Yang lainnya langsung aja tenggelam di pasar Chatuchak.

Mobil Informasi buat para turis
Mobil Informasi buat para turis di Pasar Chatuchak

Gear:
Kantung belanjaan harus disiapkan untuk menampung barang belanjaan. Tapi kalau ga bawa, bisa beli di sana kok kantongnya. Malah, di Pasar Chatuchak tersedia jasa pengiriman macem DHL segala. Kalau ga mau berat-berat ya sebaiknya manfaatkanlah jasa mereka

Saya sama Kang Ocon sholat dulu di mushala di belakang gedung Bank di sana. Ngaso dulu sejam sebelum memulai petualangan belanja. Sambil liat-liat keadaan. Ada tukang es lilin, ada cosplay yang disponsori produk teh dari Jepang. Hm… yang jogednya masih muda banget tapi udah jadi ladyboy, kasian. Saya ga belanja banyak oleh-oleh, males ga bisa nawar. Selesai belanja kami pulang ke Hostel.

Ladyboys
Ladyboys

Kami jalan ke Rambuttri Rd tempat dua tahun lalu kami menginap. Rame juga Rambuttri sama para backpackers. Malah lebih nyaman daripada Khaosan Rd. Kami makan malam di Mr Yim kalau ga salah. Dulu juga sarapannya di sini. Hebat juga Mr Yim, buka dari pagi sampai malam. Habis makan, ada yang jualan Mango with Sticky Rice alias mangga dengan ketan. Setelah dicobain, hm… maknyus euy. Lidah saya tuh cocok banget sama makanan Thailand tapi sayang makanan pork dominan banget.

Suasana di Rambuttri plus ada yang lagi narsis :P
Suasana di Rambuttri plus ada yang lagi narsis😛

Fact:
Khaosan Rd boleh dibilang adalah pusat backpacker seluruh dunia di kota Bangkok. Selain Khaosan Rd, Rambuttri juga rame disesaki para backpackers.

Besok paginya Kang Ocon udah bertolak ke KL untuk kembali ke Jakarta. Saya belanja kaos dulu di Khaosan Rd. Baju yang sejak 2 tahun lalu pengen dibeli baru kebeli sekarang. Alhamdulilaah hehehe…

Backpacking di Bangkok dicukupkan sekian karena harus terbang lagi ke Thailand Selatan: Phuket. Gambar-gambarnya silakan tengok di mari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s