Nyebur di Laut Phi-Phi Islands

Hari #5 & 6 backpacking
21 & 22 Maret 2010

Dari Bangkok naik pesawat AirAsia ke HKT Phuket. Di Suvarnabumi hampir aja masuk ke imigrasi. Padahal kan Phuket dan Bangkok masih satu negara. Pesawat yang saya naikin udah tua dan saya duduk di baris ke tiga dari belakang. Di dalam kabin, suaranya berisik banget, macem naek Kopaja aja. Deg-degan juga waktu itu. Mana sebelum landing, ni pesawat muter-muter dulu nungguin landasannya kosong. Alhamdulillaah mendarat dengan mulus.

Pesawat AirAsia Tua
Pesawat AirAsia Tua

Di bandara HKT, kami menunggu dua orang teman yang menggunakan flight berbeda satu jam. Sambil menunggu, kami makan di Burger King. Pesanannya otomatis upsized. Ukuran upsizenya ga kira-kira, lebih gede daripada BK di Jakarta. Tapi abis juga untungnya. Setelah rombongan kumplit, kami naik mobil charteran dari airport ke penginapan bernama Boomerang Inn. Banyak banget calo mobil ini, jadi jangan khawatir kekurangan transportasi. Tinggal tawar menawar harga, pas, tancap gas.

Awalnya kami sudah membooking kamar di Som Guesthouse di Patong Phuket. Namun ketika saya mengirimkan email untuk cancellation 3 rooms, pihak Guesthousenya ga membalas meskipun sudah tiga email saya layangkan. Daripada harus membayar 3 rooms yang seharusnya dicancel, lebih baik saya cancel seluruhnya aja. Saya melakukan pembatalan di Bangkok via Hostelworld.com. Sehingga, pas kami tiba di Phuket, kami hanya dikasih rekomendasi sama rekan backpacker yang beberapa hari lalu baru menginap di sana: Boomerang Inn.

Boomerang Inn
Boomerang Inn

Sampai di Boomerang Inn hampir Maghrib, untungnya ada tiga kamar kosong. Alhamdulillaah ga usah pusing-pusing nyari penginapan lagi. Selama kami backpacking, penginapan inilah yang paling elit. Macem hotel dengan fasilitas aircon, kolam renang, TV kabel dan ada akses internet gratis via WiFi di ruangan.

Habis sholat jama’ Maghrib & Isya, kami jalan ke downtown Phuket. Ternyata emang bener mangstab ni penginapan, deket dengan pantai Patong. Di pertigaan ada restoran halal Dubai. Tapi kami memilih jalan-jalan dulu, melihat kondisi kotanya. Dari Beach Rd terus mentok belok kiri ke Bang La Rd. Weleh… ini ternyata macem Patpong aja. Bar & Lounge berjejer dengan musik yang saling sahut menyahut. Kenceng bener. Di luar beberapa bar, ada penari striptease joged-joged. Di beberapa bar lain ada layar tancap buat nonton bola big match MU vs Liverpool.

MU vs Liverpool
MU vs Liverpool

Ga betah dengan suasana hedon, mesum dan alkohol, kami balik kanan aja padahal downtownnya itu terus lurus. Kami makan di restoran Dubai tadi sebelum tidur. Sebelumnya, kami mendapatkan tour Phi-Phi Islands di salah satu agen tour di sekitar situ. Agen tour ke Phi-Phi Islands bertebaran banyak banget di Phuket. Bandingin dan tawar menawar aja harganya. Patokannya kalau pake boot isi maksimal 35 orang, ya jangan lebih dari THB1300. Kami dapet harga THB1100 sudah termasuk makan siang dan antar jemput ke hotel.

TIP:
Banyak banget agen tour ke Phi-Phi Islands di Phuket. Jangan terpaku sama satu agen aja kalau pengen dapet harga murah. Apalagi kalau rombongan, lebih gampanglah nawarnya. Yang harus dipastikan adalah harga tersebut apakah sudah termasuk antar-jemput ke penginapan dan makan siang ngga. Selain itu, coba cek lagi spot wisata yang dikunjungi apa aja.

Tawar Menawar Tour Phi-Phi Islands
Tawar Menawar Tour Phi-Phi Islands

Besoknya, jam sembilan kami dijemput mobil untuk trip. Sampai dermaga, sudah banyak orang yang menunggu. Kami menunggu satu rombongan lagi. Setelah kumplit, kami memasuki boat. Rombongan kami ternyata kebanyakan orang Iran. Ada beberapa keluarga Iran yang ikut trip ini. Bahkan ada yang bawa bayi, umurnya masih ya sekitar setahunan lah. Lucu banget deh ni bayi. Ganteng. Hehehe… Padahal setelah ditanya sama bule Ostrali ke Bapaknya, bayi ini adalah cewek. Heuheu… Banyak yang tertipu…

Bayi Perempuan Iran
Bayi Perempuan Iran

Tujuan pertama adalah pulau batu yang guanya seperti buat sarang burung walet gitu. Namanya keren: Viking Cave. Kemudian ke Maya Bay tempat shootingnya pelm The Beach. Kami berenang di sana sambil menikmati pemandangan khas Phi-Phi Islands di sana. Pasir putih dan tebing yang hijau dengan ombak yang tenang. Saya berenang-renang sambil belajar gaya terlentang di sana, fun!

Viking Cave
Viking Cave
Maya Bay
Maya Bay

Setelah itu kami makan siang di Phi-Phi Don kalau ga salah namanya. Ada dua tempat makanan luas banget. Pas kami mesen tour ini, udah pesen ke agennya kalau makanannya yang without pork. Kalau ada porknya, wuih ga bakal kuat kita puasa. Tapi ternyata, di situ, halal semua. Hehehe… Penduduk situ muslim semua bo. Yang masak sama pelayannya pake kerudung semua kalau cewek. Alhamdulillaah. Tapi tetep saya tanya dulu untuk memastikan kalau semua makanan di sini halal. Dan pelayan berkerudung itu mengafirmasi. Lahap deh saya makan. Kami sholat jama’ Zhuhur-Ashar di pulau itu. Ada musholanya juga. Di area ini juga banyak penginapan buat para pelancong. Kami sengaja ga nginep di sana. Tur sehari aja udah bosen pengen pulang…

Makan Siang di Phi-Phi Don
Makan Siang di Phi-Phi Don

FACT:
Populasi muslim di Thailand bagian selatan lumayan banyak. Apalagi di Phi-Phi Islands bisa dibilang semua penduduknya muslim. Jadi jangan khawatir dengan makanan halal, mudah sekali dijumpai. Tapi meskipun ada tulisan halal, tetep aja minuman beralkohol mah ada…

Habis makan, boat mengantarkan kami ke tempat snorkeling di Phi Leh Bay. Pake safety jacket bo, takut tenggelam. It was my second experience, bloggers. And yeah, it was really fun!! Puncaknya backpacking itu ya ini…😀 Yeay… Kerasa banget liburannya.

Snorkeling
Snorkeling di Phi Leh Bay

GEAR:
Snorkel kalau udah punya harap dibawa. Lebih privat lebih bersih kalau punya sendiri mah. Kalau fin ga usahlah, disewain kok.

Habis snorkeling, boat melaju menuju Monkey Beach. Buat kami orang Indonesia mah ga aneh. Ga tertarik dan ga antusias. Beda banget sama orang-orang Iran. Lalu kami beristirahat di Khai Island. Saya nyari sisi pantai yang sepi. Kemudian duduk di kursi berpayung sambil megang si Kiss. Dan weh tiba-tiba dateng dua bule buka tutup pepayanya. Hm… hm…

Khai Island
Khai Island

Tuntas sudah tur Phi-Phi Islands. Boat kembali menuju Phuket island di sore hari. Dan untungnya, sunset di pantai Patong masih bisa kami nikmati. Oh what a trip!

Sunset at Patong Beach
Sunset at Patong Beach

Setelah sholat jama’ Magrib-Isya, kembali kami jalan-jalan sampai pegal sambil mencari tempat makan, transport ke airport buat besok Shubuh dan oleh-oleh. Karena males belanja, saya beli aja kopi yang ga dijual di Indonesia di toko 7 Eleven hehehe… Kali aja ada yang mau. Jalan muter-muter, eh ketemunya restoran Dubai lagi tapi cabang yang berbeda. Harganya juga beda, lebih mahal padahal menunya sama. Nasi goreng lagi deh heuheu… jadi doyan nasgor nih. Pagi-paginya kami meninggalkan Boomerang Inn menuju airport. Sampai jumpa lagi Phi-Phi Islands…

Gambar lainnya silakan nikmati di sana. Bersambung…

7 thoughts on “Nyebur di Laut Phi-Phi Islands

  1. Huahahahhaa…pepayaaaaa!!!!

    Tapi emang, it was really FUN!!!! snorkling, sunset, coral, swimming @the Beach…btw, Maya Bay bukannya buat shooting film “The Beach” ya Mang….itu tuh Kang Leonardo Dicaprio😀

    mangkum:
    Loh hahha… kalo Kang Jimbons maen di mana dong ya???

  2. Kang Jimbons maennya di Phang Nga Bay…waktu dulu Kang Jimbons baru kenal pulau itu duank hehehe

    mangkum:
    Kita ga ke situ ya Sih?

  3. Heeem seruuuuuuuuuuu!!
    Btw kapan hari gue ke ipk4cumlaude itu blog gak ada
    sempet bingung…
    oooh trnyata migrasi😀 hehhee
    congrats rumah barunya mang😉

    mangkum:
    Makasi atas kunjungan ke rumah barunya, Situmorang-San.
    Silakan kuenya dimakan. Nanti sebelum pulang, poto-poto dulu ya…😀

  4. mangkum asik banget eui baca ceritanya..bnr sekali ini adalah puncak dr perjalanan kita..tks ya udh dpt cerita yg menarik sekali two thumbs up deh..btw mangkum pny rmh baru ya slmt ye..kapan ni anak stk diundang kesana:) ditunggu ya

    mangkum:
    Hehehe ini rumah barunya. Makasih juga ya diantosan….😀

  5. kerennya…
    haduh jadi pengin ke sana…
    Pantainya keren banget…Sepertinya pantai itu bukan hanya dipakai waktu film Beach aja, bukan ?
    Kalo gak salah …film yang ada ttg Thai Boxingnya juga pernah pake pantai dengan kondisi karang yang seperti itu….

    Penduduk Phi-phi Island muslim, ya ? Subhanaallah..

    BTw, mang…itu foto balitanya…kok kelihatan anak perempuan, ya ?
    Memang bayi perempuan, khan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s