Inspirasi Mengubah Persepsi

Yang paling disukai dalam hidup ini adalah keberadaan teman. Pas SMA sering saya bertanya, kenapa teman-teman saya sudi berteman dengan saya? Padahal ga ada yang spesial dari diri saya , bukan anak pejabat, bukan anak orang kaya yang punya banyak “maenan”, ga sering membantu, bahkan mungkin malah sering ngerepotin dan nyakitin (ga disengaja). Apapun persepsi teman saya terhadap saya sehingga mereka sudi berteman, saya tidak tahu. Sebab, kalau ditanyain pun nanti saya disangka orang aneh. Jadi biarlah mereka dengan persepsinya terhadap saya dan saya hanya mencoba menjadi teman baik sebisa saya.

Sebuah chatting di BBM dengan seorang teman membuat saya ingin berubah lebih baik. Emang ini “tugas” dari teman yakni membuat temannya terus melakukan perbaikan. Kami membicarakan masalah sekolah yang dilawankan dengan bergaol. Selama ini saya malah milih banyak bergaol ga hanya di weekend bahkan di weekdays. Di weekend milih jalan-jalan ke mana atau nonton atau baca buku (yang ga wajib). Sedangkan di weekdays sama juga, makan malam di restoran atau foodcourt sambil nonton sama temen kantor.

Tetapi, teman saya ini memilih untuk sekolah malam karena ga banyak waktu dan energi buat kerja, juga ga ada kerjaan di rumah selepas jam kerja. Bersekolah berarti memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang lebih bermanfaat daripada bergaol. Bersekolah juga ga cuman sekolah tapi ada bergaolnya dengan temen-temen kampus. Jadi dua hal: sekolah dan bergaol bisa terpenuhi dalam satu aktivitas.

Hm… dapet inspirasi dari temen ini membuat persepsi saya berubah. Awalnya, saya bikin constrain bahwa habis office hours badan capek. Artinya weekdays ga ada waktu buat belajar. Adapun di weekend, saya berpandangan, itu adalah waktu istirahat dan bersenang-senang setelah kerja lima hari. Sekarang, persepsi ini dengan gampang bisa dirubah. Ditambah semangat dari temen-temen kantor, saya memutuskan untuk belajar di Weekend dan di Weekdays kalau ga capek.

Meraih cita-cita emang ga gampang. Persiapannya bahkan dibutuhkan setahun untuk sekedar mencicipi ilmu di universitas terkenal di dunia, apalagi buat saya yang GPA-nya duh bukan pas-pasan lagi tapi di bawah syarat. Namun salah satu teman saya yang memiliki dua master di US bilang ga masalah dengan GPA jika GMAT or GRE score saya tinggi. Ditambah lagi dengan pengalaman saya menulis artikel di Kompas akan membuat nilai saya lebih tinggi. Semoga. Namun masalah terbesar saya adalah bahasa Inggris. Baiklah, saya akan belajar dengan giat bahasa Inggris. Kemungkinan ngambil course di Wall Street Institute. Satu level Rp3juta katanya. Sedangkan untuk GMAT, saya akan ngambil course di Pascal. Mahal bo Rp6juta. Ah tak apalah mahal juga, emang duit mau dikemanain selain masuk kakus? Buat meningkatkan kualitas diri masa pelit? Heheheh… Kalaupun ga lolos, ya ga apa-apalah… *hiks*

Untuk bergaol bukan berarti tak penting, tetep penting untuk menjaga silaturahim, menjaga pertemanan. Memiliki banyak teman ternyata tak mudah apalagi memeliharanya. Namun, porsi gaolnya sekarang dibagi sama belajar….😀

4 thoughts on “Inspirasi Mengubah Persepsi

  1. Kita bisa beroleh pembelajaran dari mana saja, termasuk dari pergaulan, tergantung dari cara pandang kita terhadap konten pergaulan itu.

    Belajar adalah penting, gaul juga perlu… maka, belajarlah dan bergaullah. belajar tanpa gaul akan membuat kita seperti katak dalam gelas, sementara bergaul tanpa belajar akan membuat kita bagai mobil yang rusak remnya, hehehe…🙂

  2. Ayo semangat…..
    Anak saya awalnya maju mundur untuk kuliah di LN..tapi melihat banyak teman2nya melanjutkan kuliah di LN..menjadi semangat juga…dan akhirnya berhasil dapat beasiswa. Saya memang terus mendorongnya, karena saya dulu terpaksa hanya S2 di DN, gara2 tak tega meninggalkan anak….

    Jadi mumpung masih muda…semangat ya…ntar di LN juga bisa main diantar waktu senggang, malah menambah wawasan lebih banyak.

  3. Cuma mau komen sedikit aja Pey …
    mengenai bahasa Inggris …
    mungkin sebaiknya langsung dipraktekkan di kehidupan nyata … sehingga yang didapat di Les tersebut … bisa segera dibiasakan .. (dan ini salah satunya dengan cara Begawl …)(hehehe)

    Eniwei …
    Sukses ya Pey …

    Salam saya

  4. siip deh… belajar terus sampai mati, seperti kata Watanabe san kan?
    Kalau aku waktu ambil master di sini, porsis bermain harus sama dengan porsi belajar! Bahkan banyakan mainnya hahahaha

    EM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s