Karakter

Di sela-sela tulisan Journey to Incredible, saya kepikiran satu kata: “karakter”. Kata ini ga asing bagi orang2 yang suka atau pernah atau berusaha nulis cerita tapi ga bisa-bisa. Nah kategori terakhir ini adalah saya banget.

Bikin tokoh harus berkarakter. Begitu kata sebuah buku yg saya baca. Namun, cerita itu bukan sekedar reaksi si tokoh – dg karakternya – terhadap sebuah permasalahan yang diangkat. Tolong jangan paksa saya ceramah mengenai pernovelan karena ga ahli😛

Iya saya ga ahli bikin novel karena mentok di karakter itu. Selalu aja, bikin karakter itu mentok. Ga beda jauh dari tokoh satu ke yang lainnya. Terus mikir, padahal kan dalam kisah novel biar menarik, harus dibikin karakter ekstrim yg jarang banget ditemui di dunia nyata.

Malam ini kepikiran, setiap orang, karakternya ternyata sangat berbeda dan unik, bahkan karakter anak kembar identik pun berbeda. Selain karakter yang berbeda, orang-orang di sekitar kita pun memiliki view yang berbeda. Itu bahkan bisa terjadi pada orang yang paling dekat dengan kita atau orangtua kita yg gen kita berasal dari mereka. Jadi jauhkan asumsi bahwa view kita adalah view mayoritas orang.

Perbedaan-perbedaan ini akan berpotensi jadi konflik jika kita ga pandai memperlakukannya. Kuncinya, kata Aa Gym, adalah bagaimana sikap kita menghadapi perbedaan itu.

2 thoughts on “Karakter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s