Sok Suci…

“Kalau saya ga bisa kayak gitu, Mang. Melakukan itu seperti kita ga punya salah aja. Sok suci”

Ini kira-kira kata temen saya yang kata temen kantor namanya mirip pemain bola Italia. Waktu itu saya mengelak tapi tetep dipikirin terus sampai tiba saat saya menyimpulkan ini:

Saya ga boleh membenci seseorang karena kesalahannya. Ga akan memaksa orang lain mengikuti kebenaran versi saya, tapi cukup sekali mengingatkan kalau dia salah. Kenapa mengingatkan? Karena ga ada orang yang suci. Orang yang mengingatkan pasti pernah salah dan harus diingatkan. Itulah fungsi dari saling mengingatkan mengingat manusia adalah makhluk yang khilaf dan suka hilap (lupa).

Membenci seorang terus menganggap kita LEBIH BENAR dari dia adalah kelakuan syaithon: SOMBONG. Bisa jadi orang itu di waktu yang ga kita ketahui bertobat, diampuni Allah dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah. Catat! Tidak semua org mulia di sisi Tuhan ga punya banyak musuh. Nabi Isa disalib orang2 gila. Nabi Muhammad, di Madinah, diserang kaum kafir dari Mekah. Nabi Luth dihina sama kaum gay. Jangan sampai tertipu muslihat syaithon menganggap orang yang banyak dibenci banyak orang bukanlah orang yang mulia di sisi Tuhan.

Saya juga memegang hipotesis bahwa ga ada orang yang jahat 100% dan setiap kejahatan pasti ada alibinya (detektif Conan banget). Benar apa ngga, belum tau.

Pendirian saya ini diuji dg kelakuan orang2 di sekitar saya, terorist, dan termasuk FPI. Karena kesalahan mereka, tidak serta merta membuat saya menghina, mencaci-maki dan memojokan mereka, menganggap dia salah dan saya suci. Mencoba memahami kenapa orang2 di sekitar saya melakukan itu. Menarik juga meski sakit hati. Tapi saya harus bertahan untuk tidak menghukum mereka dg kata2 yang ga bermanfaat. Toh keburukan yang mereka lakukan sebenernya adalah masalah dia sendiri. Kalau Nabi Muhammad membalasnya dengan do’a kebaikan meskipun malaikat Jibril udah geram pengen membalikan tanah tempat berpijak orang2 jahat itu.

Saya bukan Nabi. Kamu juga tau. Kalau pendirian itu saya langgar, ya mohon dimaklumi. Aku hanya manusia biasa. Yang tak sempurna dan kadang salah. Namun di hatiku hanya satu, cinta untukmu luar biasa *jadinyanyideh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s