A Libra Lady

Hari ini masih di hari-hari bintang Libra. Di salah satu hari di bintang tersebut adalah hari lahirnya salah satu teman saya.

Teman saya ini orangnya cantik, makanya saya seneng banget melihatnya di balik lensa. Ga hanya itu, dia juga pintar. Ngomongnya jago, suaranya enak, ya wajar lah selain dengan otaknya, dia mencari rizqi melalui suaranya. Bukan cuma rizqi, tapi passion.

Pertama kali kenal dia di acaranya komunitas ibackpackerclub: Jakarta City Tour. Pertama kali melihatnya adalah di depan musium Fatahillah. Waktu itu dia mengenakan kaos hijau bertuliskan OHIO dg rambut terikat.

Di hari kedua baru tahu dari teman iback yang lain kalau dia itu penyiar di salah satu radio terkemuka di Indonesia. Well, karena waktu itu (sampai skrg masih) saya suka denger radio, saya jadi tertarik pengen tau stasiun radio apa. Saya sempatkan ngobrol entah waktu itu via email atau YM tentang profesinya. Saya pikir dia berkarir di stasiun radio gaol eh ternyata bukan. Sebutlah dia di radio bisnis. Dia menjadi host di acara talkshow. It sounds smart.

Semakin tertarik dengan profesinya jadi pengen dengerin siarannya ketika tahu bahwa Mas Jamil Azzaini jadi salah satu nara sumber talkshow yang dia bawakan. Saya sudah tau Mas Jamil beberapa hari sebelumnya ketika kantor mengundang beliau untuk mengisi acara kajian bulanan. Saya suka dengan cara dan materi motivasi yang beliau bawakan. Sejak saat itu, mulailah stay tune di radio temen saya ini.

Sejak saat itu juga, saya selalu mengajak dia dan temen-temen yang lain mengisi weekend. Baiklah, sebenernya saya pengen ketemu dia tiap minggu tapi saya ajak juga temen-temen yang lain. Terbentuklah enam orang yang saya sebut Travelmates. Senang sekali berteman dengan mereka. Tiap orang memiliki karakter yang kuat.

Seperti yang saya bilang di tulisan sebelumnya, bahwa setiap orang yang “diutus” Tuhan di hidup kita adalah untuk memperbaiki kualitas kehidupan kita. Saya sadar, dia juga di hidup saya ada tujuannya. Ada pesan Tuhan di orang ini. Benar. Ternyata saya banyak belajar dari dia.

Pelajaran yang paling mempengaruhi hidup saya darinya adalah semangat dia untuk belajar ga pernah pudar. Padahal, saya pernah bilang ke diri sendiri bahwa ah sudahlah udah lewat masa belajar itu. Sejak kenal dia, saya buang jauh-jauh pemikiran itu. Saya bisa belajar gapeduli berapa usia saya. Dengan hanya melihat aktivitas dia, secara ga disadarinya, dia telah memberikan motivasi dalam diri saya untuk belajar lebih baik.

Benar saya pernah salah sama dia. Ga cuman sekali tapi berkali-kali. Tapi kebaikan hatinya, selalu memaafkan saya. Sampai sekarang. Rasanya, hanya orang-orang bodoh yang menyakiti dia, di mana saya pernah termasuk komunitas itu. Adapun lelaki yang berhasil merebut hatinya adalah orang yang menurutku sangat beruntung. Dan saya akan iri padanya, selamanya.

Hari ulang tahunnya adalah kesempatan saya untuk berterima kasih padanya atas semua kebaikan hatinya. Sadar sih, kalau ungkapan terima kasih saya ga sebanding dengan kebaikannya tapi daripada enggak kan, sedikit semoga bikin dia senang. Dan mulai sekarang saya akan stop menjadi orang yang sok suci.

Selamat ulang tahun.
Semua harapan dan mimpinya semoga tercapai dengan baik.
I will always love you.

4 thoughts on “A Libra Lady

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s