Taman Kota dan Waktu Luang

Hari ahad lalu, saya menyengajakan “berekreasi” mengunjungi sebuah taman kota yang belum pernah saya kunjungi secara sengaja. Sebelumnya, saya suka ke Taman Monas sekedar untuk baca buku sampai matahari tenggelam, juga ke Taman Menteng. Namun Taman Suropati yang ga jauh dari tempat tinggal saya, belum pernah. Padahal sering banget lewat situ.

Di antara tiga taman kota itu, saya lebih senang dengan keadaan Taman Suropati di daerah Menteng. Tamannya ga begitu luas, hanya berada di simpang jalan deket Masjid Sunda Kelapa. Namun demikian, saya sangat senang melihat warga kota yang beraktivitas di sana. Waktu itu ada penggemar fotografi yang lagi motoin seorang model, ada anak-anak SMA atau SMP yang lagi latihan baris atau apalah, ada komunitas sepertinya teater yang sedang latihan.

Suasana di Taman Suropati
Suasana Hari Ahad di Taman Suropati

Yang lebih menyenangkan adalah ada orang-orang yang sedang belajar musik klasik di sana. Beberapa orang belajar cello, violin, contra-bass, dan terompet (apa ya namanya?). Yang latihan musik klasik mulai dari anak kecil sampai yg senior. Orangtua mereka nungguin anak perempuannya latihan. Ada juga bule yang ikutan. Menakjubkan.

Sempat kepikiran pengen gabung mereka, belajar cello atau violin, keknya seru. Tapi melihat kerjaan kantor yang mendekati akhir tahun, saya mengurungkan niat. Mungkin taun depan, saya akan daftar. Jadinya ga sempet nanya2 sama mereka gimana caranya gabung. Cuman sempetin browsing, ternyata mereka tergabung dalam Taman Suropati Chamber Orchestra. Di artikel yang dibikin tahun 2008 itu, dibilang pendirinya pengen bikin suasana taman kota kayak di Eropa: banyak orang belajar musik di taman. Kalau mau gabung, ada lah patungan buat transport dan pelatihnya Rp100rebu per bulan. Belajarnya bebas mau berapa jam, dari pagi sampe sore, boleh, asal ga hujan kali ya.

Jadi teringat sama kepala negara yang suka nyanyi, sampe katanya udah bikin album ketiga. Well ini bukan sebuah compliment tapi gilaa gue aja yang karyawan rendahan merasa sibuk dg kerjaan kantor untuk sekedar meluangkan waktu belajar musik. Tapi dia…!!!! Kok bisa ya dia nyediain waktu untuk mikirin rakyatnya dengan bernyanyi-nyanyi? Well, this is our president, sangat memalukan. Anehnya, orang2 di luar negeri mengagumi kepemimpinannya. *Hueks!!

4 thoughts on “Taman Kota dan Waktu Luang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s