Pengalaman adalah Guru Terbaik

Guru terbaik bukan hanya pengalaman sendiri namun yang lebih penting adalah pengalaman orang lain. Misalnya ada sepuluh orang berumur 30 tahun. Dengan pengalaman hidup yang berbeda menghasilkan 300 tahun pengalaman hidup. Bandingkan dengan diri sendiri yang baru berpengalaman hidup 30 tahun saja?

Selepas makan siang tadi, obrolan kolega kantor mengingatkan saya terhadap pengalaman mantan boss. Ini adalah pengalaman hidupnya yang sangat berharga. Jelas, saya akan mengambil moral dari pengalamannya dia.

Kadang kita menyesal akan keputusan yang bodoh dulu. Seorang teman kuliah menulis status di Facebooknya,

Sebuah keputusan kadang merubah kehidupan hingga kita tidak mungkin lagi akan kembali…. Itulah besar arti sebuah keputusan.

Meksipun tidak akan kembali lagi, kesempatan selalu ada yang berulang. Karena, kehidupan ini adalah hanya ulangan-ulangan dari sejarah yang sedikit dimodifikasi. Bencana datang berulang. Pemimpin yang bijak berganti dengan pemimpin lalim, berulang terus. Matahari datang berulangkali dari arah timur.

Di sini, di malam ini, saya berharap ada kesempatan yang berulang untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s