Tulislah Apa Yang Kamu Tahu!

Dulu pas saya SMA, ada tugas Bahasa Indonesia untuk menulis laporan interview. Sepulang dari sekolah teringat seorang ustadz di Pondok yang kerja di kehutanan. Saya mengajak seorang temen sekelas yang juga mondok di pesantren yang sama untuk mewawancarai beliau mengenai kehutanan. Pertanyaan sudah saya bikin sebelum bertamu ke rumahnya.

Bertamu ke rumah ustadz adalah hal yang disegani. Ga enak aja. Tapi karena ini adalah tugas sekolah dan kebetulan ustadz ini adalah alumni SMA saya jadi diberanikan aja bertamu ke rumahnya. Biasanya sebelum Ashar, jadwal beliau kosong. Bertamulah kami ke rumahnya dengan segan.

Beliau menyambut dengan ramah dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Namun, setelah hampir setengah pertanyaan dijawab dia menyarankan kami untuk berhenti dan bertanya tentang topik Pesantren daripada Kehutanan. Beliau menyarankan kami untuk mewawancarai salah satu Kyai yang mengasuh pondok ini. Kata beliau, alangkah baiknya kalau bertanya sama orang yang ahli di bidangnya yakni ke Kyai dan kami juga tahu tentang topik itu. “Tulislah laporan interview tentang topik yang kamu juga tau,” nasehatnya.

Belasan tahun kemudian, di kantor, kalau saya lagi kurang pengetahuan di satu hal mengenai topik yang saya tulis, bos menyarankan untuk ga membahas itu sama sekali.

Tulislah apa yang kamu tahu, Rid!

Tapi kan ga puas ya kalau lagi nulis penasaran sama satu hal. Nanya ke boss malah dibilangin gitu. Ya googling lagi aja, kalau masih ga nemu ya terpaksa deh bahasan itu ga dimasukin ke tulisan.

Sering, kalau nulis ada yang ga tau, nanya ke boss. Kalau tau si boss jawab, kalau ngga tau, dia bilang lagi, “Tulislah apa yang kamu tahu, Rid!” hehehe… Mungkin si boss bosen kali ngomongin itu melulu tapi anak buahnya ga ngerti-ngerti dengan omongan dia. Hm… Karena dia ngomong berulang-ulang akhirnya saya ngerti juga sih, cuman nulis apa yang saya tau aja daripada kumahaonam.

Beberapa hari lalu, saya iseng baca blog multiply yang sudah berjelaga karena jarang dikunjungi. Klik sana klik sini, sampailah pada sebuah halaman mengenai tulisan-tulisan saya yang pernah dipublish di media cetak. Tulisan pertama saya pas mahasiswa tingkat tiga adalah mengenai komputasi. Tulisan itu diterbitkan oleh majalah yang sekarang sudah tilar dunia: PC Plus. Eh masih ada ga sih?

Yayaya… dulu saya nulis artikel di situ karena saya tau dan senang dengan komputasi. Kemudian masuk kerja, nulis tentang pasar obligasi karena saya bekerja sebagai analis pasar obligasi. Tahun ini, saya ekspansi ke analisis kredit meng-cover sektor multifinance,  sehingga tulisan di media di tahun ini berbicara mengenai sektor multifinance, yakni tentang potensi Mortgage Backed Securities di mana salah satu pemainnya adalah perusahaan pembiayaan dan tulisan kedua yakni tentang potensi industri pembiayaan.

Oke, saya sadar, saya telah menulis topik yang saya benar-benar menguasainya. Oleh karena itu, impian saya sejak mahasiswa untuk nulis buku, apapun bukunya, hampir di depan mata. Ya saya akan menulis buku tentang pasar modal. Tapi ga sendiri, saya minta seorang kolega untuk menulis bareng karena ada beberapa hal yang saya belum menguasainya sedangkan dia sudah. Well, thank God for the enlightenment. Berharap dalam waktu dekat, meskipun berkejaran dengan jam kerja, impian saya dapat terwujud. It is a plan of my one decade dream.

2 thoughts on “Tulislah Apa Yang Kamu Tahu!

  1. Amin mba, makasih do’anya. Hehehe… Sebenernya target pembacanya individu yg masih belum ngerti investasi. Tapi produk investasi di Jepang dan Indonesia beda mungkin ya…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s