Muak

Sudah muak banget sama ulah politikus dan pejabat yang songong-songong, mikirin diri sendiri bukannya mikirin rakyat. Di saat ngomongin “ini aspirasi masyarakat” di balik itu jelas sekali kepentingan dia. Sialan! Nurdin, gelo siah maneh! Euweuh ka era silaing mah jadi jelema teh! Duit pajak dibangun buat gedung baru “wakil rakyat”? Ga sudiiii…!!! Parahnya, ga ada satupun partai yang menolak habis2an. Eh ada yg nolak setelah heboh, kalau ga heboh ga bakalan nolak tu partai. Ga ada yang ikhlas!!!

Punya pemimpin juga doyan curhat. Jadi pemimpin itu ga boleh nunjukkin dirinya sedih, ga boleh nangis atau bermimik sedih. Rakyatmu itu jauh lebih belangsak. Ga boleh nyanyi juga, karena pemimpin yang nyanyi nampak sedang bersenang-senang (di atas penderitaan rakyat). Kalau tujuannya mau menghibur rakyat, serahkan ke “penghibur”!

Ga tau malu emang politikus dan pejabat-pejabat itu! Nilai-nilai apa yang ingin mereka wariskan ke anak-anaknya. Anak mudanya doyan nge-sex, film-film pake artis porno luar negeri, geng motor, sinetron yang ga mendidik. Mau jadi apa negara ini?

So far, Indonesia itu indah tanpa manusia. Kepulauannya cantik dilihat di Google Earth. Deep waternya diakui paling indah di dunia. Ya iyalah… Emang siapa yg mau nyaingin? Philippina, Hawaii? Hewan daratnya termasuk yang paling beragam karena pertemuan hewan Asia dan Australia. Ketika melihat manusianya? Weks! Korupsi, dipenjara tapi bebas pulang ke rumah, harga beras ada di tangan tujuh orang, harga BBM mestinya bisa murah karena kualitas minyaknya jelek, pembunuhan tiap hari di koran, infrastruktur kacau, ga ada transportasi publik yang aman dan nyaman, pembohongan publik, ga mau ngantri, buang sampah sembarangan, nerobos lampu merah. Yang kocak apa coba? Pada saat earth hour, eh orang2 yg pake baju earth hour malah nyalain lilin, resmi.

Pengen pindah, tinggal di negara yang “Islami”. Yang feasible itu ya di negara2 barat atau Jepang, pengennya di Finlandia. Negara2 yang mengklaim negara Islam, pada kenyataannya ga Islami. Pengen mengasingkan diri kayak Ashabul Kahfi. Bener2 pas kondisi Indonesia sama kisah Ashabul Kahfi. Setelah tertidur ratusan taun, negerinya berubah menjadi baik dengan pemimpin yang jurdil dan bijaksana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s