Ujian Tuhan Untuk Dijawab

Baru tersadar setelah mendengarkan kapsulnya Prasetya M Brata bahwa ujian dari Tuhan itu adalah untuk dijawab. Semua orang pasti udah tau itu, tapi seringkali tidak ngeh kalau banyak dari kita yang mengembalikan soal ujian tanpa dijawab sama sekali.

Kita kembalikan permasalahan ini kepada Tuhan.

Sekilas kalimat ini bijak, tapi tidak. Padahal Tuhan memberikan ujian untuk dijawab kemudian dikumpulkan lalu dinilai. Setelah dinilai, ditentukan naik kelas atau tidak. Imbalannya sama, mau naik kelas atau tidak, dikasih ujian lagi. Hihihi… ujian melulu. Kalau yang remedi, level soalnya sama, kalau yang naik kelas, tentunya soalnya lebih berkelas.

Kalau dalam ajaran yang berkeyakinan adanya reinkarnasi, Tuhan memberikan kesempatan berkali-kali sampai kiamat kepada manusia untuk memperbaiki kualitas kehidupannya. Di kehidupan ini sering bikin salah, di kehidupan selanjutnya mestinya jadi lebih bijak. Semakin bijak bisa jadi dia sudah berpengalaman dari kehidupan-kehidupan sebelumya. Sedangkan dalam ajaran yang meyakini hidup di dunia hanya sekali, semua orang harus melakukan yang terbaik di hanya satu-satunya kesempatan ini. Salah sekali maka tidak ada kesempatan kedua. Manusia ini akan meminta dikembalikan hidupnya di dunia untuk melakukan kebaikan, tapi dunia sudah tidak ada. Kepada manusia jenis ini, Tuhan tidak akan memersilakan dia dalam ke-ridlo-annya. Intinya, kedua ajaran ini menyuruh manusia untuk menjadi yang lebih baik dengan permasalahan-permasalahan yang dijawabnya bukan yang dikembalikan tanpa dijawab.

Mungkin yang lebih baik kita katakan adalah

Ya Tuhan, berikanlah kekuatan dan kemampuan kepada hamba-Mu ini dalam menjawab soal-soal-Mu

Yang menurut saya tidak baik dikatakan adalah

Ya Tuhan, permudahlah permasalahan hidup hamba

Lah, jadi turun kelas dong…

3 thoughts on “Ujian Tuhan Untuk Dijawab

  1. Jadi ingat kata-kata berikut :
    “Kalau kalian mendapat cobaan yang semakin berat, artinya kalian sudah lulus menghadapi cobaan sebelumnya. Kalau cobaannya sama beratnya, berarti kalian belum lulus.”

  2. klo kita kaji dr sisi TAKDIR, dalam Al-Qur’an ada dijelaskan bahwa semua yang terjadi TELAH TERTULIS seluruhnya dalam Kitab Lauhul Mahfudz.dari konsep ini kta bisa nilai sesungguhnya Allah senantiasa tidak pernah memberi ujian kepada umatNya karna Allah sudah tau apa yg akan terjadi “jd siapa yg menguji???” semua berbalik pd diri kita sendiri untuk menilai suatu permasalahan:
    -Andai kta anggap ujian berarti kita harus bisa menyelesaikannya.
    -Andai di anggap hukuman berarti kita harus bisa memperbaikinya.
    -Andai sebagai pelajaran kita bisa mengambil hikmah dari semua itu.
    smoga bisa saling berbagi …^__^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s