Sahabat Tidak Berprasangka Buruk

“Level terendah dari ukhuwah adalah berprasangka baik,” Hasan al-Banna.

Kalau diterapkan dalam persahabatan, memang betul sih. Orang-orang yang tidak ingin (benar-benar) menjalin persahabatan akan berprasangka buruk. Berprasangka buruk terhadap apapun yang kita lakukan. Mereka kreatif membelokan apa tindakan/perkataan kita menjadi negatif. Padahal kita mengharapkan awan putih tapi yang didapatkan adalah awan berwarna kelabu. Kita malah sering terperangah dengan ide kreatif negatifnya. Malah, kita bisa sampai kagum dan ga menyangka dengan sangkaannya, ada ya hal negatif seperti itu bisa dilakukan oleh yang disebut sahabat?

Kalau kita harus menjelaskan apa ‘sisi baik’ tindakan/perkataan kita terhadap ‘sahabat’, artinya, ada masalah serius dalam hubungan persahabatan kita. Serius karena ini sudah menyentuh level terendah dari persahabatan. Segera perbaiki!

Jika anda ingin menghancurkan persahabatan, tip-nya cukup satu saja: berprasangka buruklah… Pasti tokcer bikin persahabatan ancur lebur.

Rumus ini telah sukses memfilter sahabat saya memang benar-benar menjadi sahabat yang berada dalam circle terdalam dalam area nyaman saya. Sisanya, silakan tinggal di ring 2 sampai ke n. Kalau mau bersahabat dengan saya, gampang, jangan berprasangka buruk sama saya…🙂 *Emang ada ya yg mau bersahabat sama gue, hehehe…? Alhamdulillaah masih ada ternyata :P*

Tetapi, rumus ini tidak berlaku pada orang yang saya cintai karena ada rumus lain: “Cinta adalah pengecualian”🙂

One thought on “Sahabat Tidak Berprasangka Buruk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s