Berani Karena Benar

Sembilan hari bersama keluarga, ternyata mendapatkan banyak pelajaran. Salah satunya adalah berani karena benar. Ini mirip jargon kampanye salah satu partai politik. Tapi tenang, bagi yang alergi politik, tulisan ini tidak membahas bidang itu. Alih-alih, ini adalah cerita si bapa, rekan smu dan kakak ipar.

Kalau ketemu si bapa, dia selalu bangga menceritakan bagiamana integritasnya membuahkan hasil yang manis. Mungkin ini cara dia mengajarkan anaknya untuk selalu jujur dan bekerja dengan penuh passion. Sering saya ceritakan di blog ini kalau dia sukses mendapatkan dua buah penghargaan sebagai kepala sekolah SD yang membangun bangunan sekolah terbaik se-kabupaten Cianjur. Sebelumnya, nama dia pernah tercoreng gara2 pembangunan sekolah sebelumnya (yang direcokin entah sama siapa lah). Namun kini dia membuktikan kalau namanya tetap baik dengan menjadi nomor 1 yang memanfaatkan dana BOS untuk pembangunan sekolah.

Ternyata, emang di lingkingan PNS sudah sangat parah. Masa ada penilik/pengawas yang kalau berkunjung ke sekolah harus dikasih uang transport sama sekolah tersebut. Sistem yang sangat aneh. Dan kalau saya yang jadi penilik/pengawas pasti akan sangat malu. Masa atasan minta duit ke bawahan? Mestinya si penilik/pengawas tersebut reimburse biaya transportnya ke atasannya bukan ke bawahan. Sistem yang sangat aneh…

Di lingkungan dinas lain juga serupa. Yang kerja rajin sama yang asal-asalan mendapatkan renumerasi yang serupa. Ga ada insentif. Jadinya malah bikin pegawainya demotivated untuk bekerja. Itu diantara staff. Uang proyek yang turun biasanya dipotong atasannya, atasannya, lalu sisanya dibagi rata dengan staff lain meski ga ada hubungannya. Yang memiliki kuasa untuk mengatur keuangan adalah BENDAHARA. Ya dia yang mengetikan angka duit, dia yang berkuasa. Padahal yang kerja orang lain di mana risikonya menempel di orang itu. Kalau ada apa2, ya bendahara mah dadah… Kalau atasan, dia masih megang risiko. Bahkan wartawan dan LSM abal-abal datang menta duit ke atasan itu. Jadi, dengan sistem PNS seperti sekarang, ya paling enak ya jadi bendahara, wartawan dan LSM abal-abal. Ga ada risiko dan kerjanyta cuma ngerecokin. Inilah gambaran negara emerging market yang katanya masuk ke grup 5 negara emerging market paling potensial: BRIIC.

Nah bagian wartawan dan LSM abal-abal yang suka minta duit ini, si bapa tegas banget. Dia ga pernah ngasih duit sepeserpun di saat banyak kepala sekolah melakukannya. Sempat si apa yang sudah berumur 60an tahun ini pake jaket cokelat kulit agak lusuh, celana jeans dan topi. Meski ubannya masih keliatan ga tertutup topi, ternyata dengan gaya “preman” seperti itu sukses bikin wartawan abal-abal balik kanan langsung. Si bapa kalau marah matanya bisa kayak keluar. Saya takut sih tapi ga pernah marah seperti itu ke anak-anaknya. Intinya, kalau dia terintimidasi dan yakin benar, dia akan melawan ketidakadilan. Suka banget dan menginspirasi!

Hal yang sama dilakukan oleh kakak ipar. Dia punya beberapa angkutan umum yang disetirin sama supirnya. Biasanya supir-supirnya tiap hari dipungut seribu sebagai kesepakatan kalau terjadi apa2 seperti kecelakaan atau urusan dengan polisi akan diurusin. Tapi, pas kejadian supirnya celaka, cuma dikasih Rp30 ribu padahal kerugiannya mencapai Rp6 juta. Akhirnya diputuskan untuk ga bayar lagi. Premannya dateng ke rumah, tapi ya dilawan aja… Untung aja kak ipar saya ini badannya gede. Dan bersyukur juga dia jadi suami si teteh😀.

All in all, kalau kita benar, harus berani dan jangan takut.

4 thoughts on “Berani Karena Benar

  1. hmmm birokrasi pemerintah di Indonesia emang gitu sih ya, mau duit terus tanpa kerja. Makanya aku heran banget di sini kok murah dan ngga pake amplop segala😀 Supir taksi aja ngga pake tips….melongo aku

    EM

    1. Saya juga heran kenapa di Indonesia kayak begini?😀
      Di Jepang ada yang cerita katanya Taxi kalau salah jalan dia reset argo-nya jadinya ga perlu bayar pas jalan nyasar.. Coba di sini kek gitu ya…

  2. wah.. mang… keren banget ulasannya.. ^_^
    hasil pencarian sendiri tentu nya lebih ‘jess plang’ banget di otak😀

    terus terang, put malah gak kepikir soal Internasional date line, seperti ini…
    ingatnya.. cuma..
    apakah bulannya sudah kelihatan ato belum.. he.. he…😀

    *mencerahkan tulisannya, mang..

    btw.. mang put link balik alamat blog yang ini, ya.. ^_^

  3. walah.. ndalah.. salah kasih komen.. he.. he..
    maaf, mang…
    maksudnya.. komen yang di atas itu untuk postingan yang perbedaan tanggalan hijriyah..
    malah salah ‘enter’ .. he.. he..😀

    maaf, ya, mang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s