Rumah Cinta

Ketika mahasiswa tingkat akhir, saya ditugaskan praktik lapang di Semarang. Bersama teman-teman yang lain, kami menginap di rumah teman di ibu kota Jawa Tengah itu selama dua bulan. Selama itu pula saya bolak-balik dari rumah itu ke kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Saya tidak ingin bercerita tentang tempat praktik lapang itu, karena kalian pasti tahu bagaimana bekerja di tengah-tengah PNS daerah.

Dua bulan bolak-balik kantor, maka selama dua kali dua bulan saya melewati sebuah rumah yang penuh cinta. Rumah tersebut dihuni oleh keluarga China dengan banyak anak. Setiap pagi, saya melihat orang tua mereka membuat gipsum untuk rumah. Warnanya putih. Kemudian digantung di tembok seberang jalan juga di gantung di mana saja di rumahnya. Pintu rumahnya seringkali terbuka. Saya bisa melihat apa yang sedang mereka lakukan di dalam rumah karena pintu rumahnya dekat dengan jalan. Kalau sore hari ketika saya pulang, terlihat seluruh keluarga beraktivitas di ruang keluarga yang tidak besar dan terlihat dari jalan itu. Mereka berseri-seri dan terlihat sangat bahagia. Mereka tidak peduli seperti apa ekonomi keluarganya, namun dapat memaknai hidup dengan penuh cinta.

Malam ini, saya nonton kisah pengedar kokain George Junn di HBO yang sudah difilmkan. Dia sangat mencintai anaknya dan istrinya. Namun karena sering masuk penjara, istrinya meminta cerai. Tapi itu bukan yang menjadi masalah terbesar dia. Tidak menepati janji terhadap putrinya lah yang membuat dia menyesal karena harus mendekam lagi di penjara. Padahal jika dia tidak memedulikan uang, semiskin apapun, dia bisa menepati janji terhadap putrinya dan mencurahkan cintanya padanya.

Saya ingin memiliki istri yang saling mencintai. Dan saya ingin dia tidak meninggalkanku karena saya tidak akan meninggalkannya. Diputusin pacar saja sudah sangat sakit hati dan sangat menyesal tak bisa mempertahankan dia di dalam hidupku, apalagi sudah menikah. Saya juga ingin memiliki anak yang menggembirakan hati. Karena saya yakin pernikahan dan memiliki anak, akan mampu mengubah hidup saya menjadi lebih baik. Karena di sana ada cinta yang meluap-luap. Belajar dari George Junn yang menyesal karena perbuatannya, maka saya memohon pada Allah Penguasa alam semesa untuk menghindarkan saya dari penyesalan. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s