Pray for Turkish

Pertama kali liat Turki seperti apa adalah di acara Zona Merah tvOne. Acara TV yang sangat bagus dan berkelas. Diceritakan terjadi demo yang dilakukan oleh etnis Kurdi di tenggara Turki. Lebih tepatnya di kota Dyarbakir. Etnis Kurdi ini di masa Mustafa Kemal Ataturk dibasmi karena tidak sesuai dengan semangat sekuler yang semuanya harus sama. Bahasa dan budaya Kurdi dilarang digunakan. Ratusan rumah di desa-desa yang ditinggali suku Kurdi dibakar. Akhirnya desa-desa tempat tinggal mereka, ditinggalkan dan sekarang menetap di kota. Salah satunya Dyarbakir. Tidak hanya suku Kurdi, jilbab dan adzan pun dilarang dalam bahasa Arab. Keragaman diberangus. Namun di masa Erdogan, Pemerintah Turki sedikit lebih lembut terhadap etnis Kurdi meskipun masih terjadi perang di sana.

Setelah itu, saya beli buku Lonely Planet Turkey dan buku catatan perjalanan Turki yang ditulis oleh Hairun Fahrudin. Saya ingin tahu seperti apakah negara dua benua ini? Ternyata dia adalah negara yang kaya dengan historical sites. Terang saja, karena peradaban Yunani, Parsi, Kristiani, Sekjuk dan Ottoman pernah berkembang di tanah ini. Kini Turki merupakan negara sekuler. Bahkan dijuluki sebagai negara yang paling sekuler di dunia.

Peradaban Yunani berpusat di Barat. Reruntuhan Efesus dan Kuil Artemis (Dewi Kesuburan) terletak di mari. Selain itu, kota kuno Troy yang terkenal dengan kisah kuda troya-nya juga berada di daerah ini. Di tengah Turki terdapat kota “flinstones” di mana penduduknya melubangi batu untuk dijadikan tempat tinggal. Bahkan pelarian orang-orang Kristen yang diburu Romawi membuat kota bawah tanah di Cappadocia. Peradaban Kristen bisa dilihat di pusat bisnis, kota dua benua, Istanbul. Konstantinopel dahulu berlokasi di kota ini. Ottoman yang dipimpun oleh Sultan Mehmet 2 menaklukan konstantinopel karena melihat salah satu faktor meningkatnya ketidakamanan politik bersumber dari sini. Sehingga, Konstantinopel yang telah terkurung daerah kekuasaan Ottoman, harus ditaklukan. Namun bagusnya, bangunan-bangunan Konstantin dilarang untuk diruntuhkan. Ada orang Kristen yang ga sudi Konstantin jatuh ke tangan Ottoman dihukum mati gara-gara dia mencoba menghancurkan salah satu bangunan yang ada kala itu.

Di sekitar Izmir, ada juga gua yang merupakan tempat tertidurnya para ashabul kahfi atau Grotto of the Seven Slepers. Kisah mereka diabadikan di kitab suci al-Quran dan juga katanya ada di Injil. Di paling timur ada Gunung Ararat yang diyakini lebih dari 90% merupakan tempat berlabuhnya kapal Nabi Nuh. Di Konya terdapat rumahnya Jalaludin Rumi, tokoh sufi yang sangat terkenal dan dikagumi oleh banyak orang di dunia. Setiap tanggal 17 Desember di kota itu diadakan festival untuk memeringati kematian (pernikahan) sang Sufi menghadap Ilahi.

Bangunan-bangunannya pun bercampur dari bangunan moderen, tua, kuno, arsitektur Seljuk, Ottoman dan Bizantium masih bisa dinikmati. Keren. Bahkan salah satu kebiasaan orang Yunani di salah satu tempat dekat Izmir masih lestari sampai sekarang yakni membuat wine yang dilakukan oleh orang-orang Muslim.

Yang menarik dari orang-orang Turki ini adalah mereka terkenal ramah. Bahkan khusus untuk orang Asia Tenggara macam kita yang berkulit sawo matang, mereka sangat tertarik ingin tahu, ngajak ngobrol dan ngajak foto bareng. Beruntunglah kita🙂

Sangat kagum dan sangat ingin mengunjungi negeri ini. Suatu saat, saya ingin ke mari bareng pasangan tapinya. Namun kasihan, kemarin Turki diguncang gempa besar 7,2 magnitude di bagian Tenggara yang dihuni banyak suku Kurdi. Dulu di tahun 1999 juga gempa. Emang daerah tersebut merupakan sambungan dari patahan bumi seperti di negara kita. Semoga mereka diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini. Amiin.

Lets pray for Turkish!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s