Kebagian Macet di Melaka

Perjalanan ke Melaka saya mulai dari Hotel di bilangan Ampang Park, sekitar KLCC. Exhausted habis 3-day training bikin kepala cape sehingga di hari itu saya bangun kesiangan dan baru check-out jam 11 pagi. Naik train ke KL Sentral lalu dilanjut menuju stasiun Bandar Tasik Selatan. Di stasiun itu ada 3 lintasan train, yakni LRT, Rapid KL dan KLIA Express. Selain itu, stasiun ini tergabung dengan Terminal Bersepadu Selatan yang baru diresmikan awal tahun ini. Bagus banget terminal bisnya bertaraf airport.

One-day trip atau lebih tepatnya 3-hour trip ke Melaka di weekend adalah bukan pilihan yang bijak. Sejak keluar tol dan masuk ke kota Melaka, kemacetan sudah sedang menantikan korban berikutnya agar terjebak. Tapi untungnya si supir bis ini tau jalan muter. Jadinya bis kami muter-muter sebelum menuju terminal Melaka Sentral. Muter-muter juga tidak berarti cepat. Karena, ternyata Melaka memiliki perempatan yang sangat banyak.

Di Melaka Sentral saya naik Town Bis nomor 17 untuk menuju tempat wisata sejarah Melaka. Bis ini tepat berhenti di Gereja Merah Jambu. Di sanalah objek wisata historis berpusat. Saya hanya foto-foto doang di sana, ga sempat makan. Jam 6 sore, saya kembali ke Melaka Sentral menggunakan bis wisata Panorama. Jam 7 makan di salah satu kedai makanan di Melaka Sentral dan jam 7.30 pulang lagi ke KL menuju hotel yang berlokasi di Bukit Bintang. Mungkin sebaiknya saya nginep di hotel di Melaka tapi saya mengikuti saran teman saya yang pernah trip ke Melaka di weekday untuk nginep di KL karena Melaka sepi.

One thought on “Kebagian Macet di Melaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s