Every single day is a blessing

Orang yang menganggap tiap hari baru adalah sebuah berkah memiliki sudut pandang lain dalam hidupnya. Biasanya diidap oleh orang yang memiliki probabilitas meninggal yang tinggi setelah mengalami kejadian tertentu yang menyelamatkan jiwanya atau sedang mengidap penyakit yang membuat dokter tidak bisa mengestimasi sisa waktu hidupnya. Tapi sebenarnya, every single person doesn’t know when her/his life will be end, termasuk yang sehat.

Steve Jobs, setelah divonis penyakit kanker kalau tidak salah, cara pandang dia terhadap hidupnya menjadi berubah. Setiap hari adalah berkah buat dia untuk merealisasikan cita-citanya. Hasilnya, kita bisa merasakan sendiri.

Seorang teman juga begitu. Mini bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di jalan tol. Namun alhamdulillaah dia selamat. Setelah kejadian itu, dia tidak mau lagi naik angkutan umum tapi menggunakan kereta api. Namun di suatu pagi di awal pekan, kereta yang dia tumpangi juga berpotensi untuk celaka. Ada orang jahat yang menanam dua balok di atas jembatan rel kereta api yang tingginya mungkin lebih dari 20m. Alhamdulillaah sang masinis melihatnya dan mengerem sehingga kecelakaan kereta api jatuh ke sungai bisa dihindari. Dia kesiangan masuk kantor di hari itu.

Kata teman-teman yang lain, dia dulu tidak mau ngobrol sama orang di bawah levelnya. Namun berbalik 180 derajat, kali ini dia sangat baik dan bukan cuma ngobrol tapi bisa bercanda ria dengan siapapun. It is like, I should be dead on that day but Allah give me more chance to life. 

Seharusnya, every single day is a blessing berlaku bagi semua orang. Tidak ada yang tau kapan kita akan meninggal. Tiap hari adalah perpanjangan usia kita yang harus diterimakasihi dengan berbuat baik kepada siapapun.

Berbuat baik di dunia jauh lebih baik dibandingkan berbuat baik di akhirat. Di surga, semua orang berbuat baik. Tetapi di dunia, orang yang berbuat baik akan spesial di mata Allah. Jika di dunia ada sebuah masa berbuat jahat adalah mainstream maka orang berbuat baik akan menjadi alien.

Buat hidup, saya juga ingin berubah. Setelah Uje meninggal, saya sedih dan jadi memikirkan, cara meninggal seperti apa yang ingin saya pilih: di Rumah Sakit bertahun-tahun diinfus, di jalan raya, di medan perang, kesetrum listrik, dibunuh? Ngga ada yang mending. Dari pada mikirin cara mati, lebih baik mikirin cara hidup mana yang akan saya pilih: menjadi orang baik sekalipun menjadi alien. Susah! tetapi setiap keberhasilan menjadi orang baik, akan selalu dirayakan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s