Decomposition. Masalah segunung! Apa pemecahannya?

Dekomposisi adalah satu kata yang sangat sulit untuk dilakukan. Karena, bukan hanya butuh kemauan tapi untuk melakukan dekomposisi butuh otak yang encer tapi ga seencer kecap asin. Kalau otaknya kental atau bubuk seperti susu krim, yang dibutuhkan adalah kesabaran dengan tetap mendekomposisi tapi jangan sambil memamah biak.

Masalah segunung! Apa pemecahannya?

Jangan liat segunungnya! Tapi mari kita dekomposisi. Semua hal bisa didekomposisi kecuali Tuhan. Karena Dia Maha Esa. Bukan bagian dari kumpulan dan bukan kumpulan dari bagian.
Namun kalau masalah, pasti bisa didekomposisi. Bahasa Indonesianya dekomposisi ini, adalah memecahkan. Hehe… jadi kenapa masalah harus “dipecahkan”? Emang harus “dipecahkan” menjadi bagian kecil-kecil untuk dianalisis.

Baca jurnal ilmiah, tidak sedikit yang menawarkan dekomposisi terhadap masalah yang sedang dibahas. Orang awan pasti lihatnya gunung masalah. “Gile tuh masalah kayak gitu susah banget ditemukan solusinya!” Tapi si penulis menyederhanakan masalahnya dengan memisahkan (pisah dan pecah mirip kan ya?) mana yang masalah dan mana yang bukan masalah tapi sering dianggap masalah sama orang awam. Kemudian mencari penyebab masalah ini dengan cara memecahkannya kecil-kecil. Oh si ini berkontribusi ngasih masalah segini. Kalau si itu sedikit aja ngasih masalah. Pemecahannya, ga usah melakukan big motion, tapi cukup misal 20% saja. Karena, biasanya 20% ini menghasilkan 80% masalah.

Di kehidupan kerja gw, misalnya obligasi perusahaan A itu memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan pemerintah punya. Perbedaan imbal hasil itu didapat dari mana? Nah lalu kita dekomposisi, ada sumbangan dari credit profile (rating), management, tenor, likuiditas, dll. Nah setelah dipecahkan gini, itung deh satu-satu penyebab masalahnya dan ketemulah nanti agregat akibat dari penyebab masalah ini.

Di saham, MSCI pernah persentasi pas bulan puasa. Mereka mendekomposisi return saham dari misalnya style, country dll lah… Nah ini membuka mata saya, bahwa mendekomposisi masalah adalah KUNCI MASTER!!!!

Nah, dalam kehidupan sehari-hari juga, hal ini bisa diterapkan. Silakan dicoba!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s