Berfaedah

Seringkali berpikir manfaat apa yang sudah saya atribusikan kepada masyarakat dengan keilmuan yang saya miliki? Pertanyaan ini sungguh mengganggu karena ilmu formal yang saya punya bukan untuk membuat hal baru tapi mengubah yang sudah ada. Statistika menganalisis yang sudah ada agar menjadi lebih baik. Lebih ke memanfaatkan otak kiri daripada otak kanan.

Suatu waktu, sempat teringat kalau saya sudah lama tidak mencari inspirasi dari TED yang ada di tablet. Saya suka cari inspirasi dari Pinterest, Instagram, Toxel dan website lainnya. Tiba-tiba saja teringat mengapa saya tidak cari di situ dengan kata kunci Statistics dan berharap ada beberapa ceramah yang bisa menginspirasi.

Tunjukkan Padaku Datanya
Tanpa diduga, saya tidak menemukan beberapa ceramah tapi banyak. Senang sekali. Video pertama yang saya tonton adalah seorang perempuan PhD Statistics di AS yang bercerita dengan lucu tentang ke-nerd-an dia sebagai Statistician. Dia dan suaminya merekam data kesehatan setiap hari. Ketika si dokter bilang ini tidak normal saat dia cek suaminya ke IGD, orang statistik akan membandingkan dengan data populasi dan atau historis. Emang normal orang-orang di berapa dan normal suaminya di berapa. Padahal si dokter hanya pakai data suaminya di satu titik yakni hari itu. Saat dokter bilang suami Anda terkena sakit jantung, dia bilang tunjukkan padaku datanya. Intinya dia mau mengajak kita untuk merekam data kesehatan seperti tekanan darah, mungkin kadar gula, suhu dll tiap hari dan mesti di jam yang sama. Jadi kita sendiri bakal tau jika tubuh kita ada masalah karena tidak normal. Tidak normal karena menyimpang dari data rataan historis kita sendiri. Misal menyimpang satu simpangan baku atau dua, kalau mau nerd.

Ajari Statistika daripada Matematika
Setelah itu, ada ceramah singkat dari Profesor Matematika, dia bilang sekolah harusnya mengajarkan Statistika daripada Matematika. Dia bilang seperti itu sambil menegaskan bahwa iya saya Profesor Matematika. Karena matematika seperti aljabar, geometri dan lain-lain, ujung-ujungnya adalah kalkulus. Siapa yang menggunakan kalkulus dalam kehidupan sehari-hari? Sementara statistika seperti probabilitas lebih berguna. Kita lihat kegunaan statistika dalam politik: quick count, bisnis: kepuasan pelanggan, marketing: posisi merek, keuangan: analisis risiko dan model keuangan perusahaan, kedokteran: genetika dan lain-lain.

Peluang Kesalahan Penggandaan DNA
Kemudian video TED talk lainnya bercerita tentang peneliti genetika. Dia bercerita bagaimana evolusi terjadi dalam skup mikro. Sebaiknya Anda nonton acara “Cosmos” atau nonton film ” Lucy” untuk sedikit mengerti teori evolusi. Bisa disimpulkan dengan teori yang kini masih diyakini kebenarannya bahwa kita berasal dari satu titik sebelum terjadi ledakan besar, big bang. Dari situ terbentuk galaxi, sistem bintang, planet, satelit, lalu ada makhluk hidup dan ada lah manusia. Dalam film Lucy dan Cosmos diceritakan kalau kita mengopi DNA dari tetua. Pada saat proses pengggandaan ini terjadi kesalahan. Sehingga kita berbeda dengan moyang kita, si titik itu. Kenapa terjadi salah penggandaan DNA? Ini bisa diterangkan secara statistika. Dalam ceramah TED ini, peluang sederhana mengenai lempar koin (dua sisi, sementara DNA ada empat), peluang terjadi Kepala (K) Ekor (E) Kepala ternyata berbeda dengan peluang kemunculan KEE. Hehe… Padahal setiap melempar koin kan baik K dan E memiliki peluang kemunculan 50%. Ini baru dua sisi: K & E. Gimana peluang yang lebih ribet yang melibatkan empat sisi di DNA? Tonton aja videonya 😅

Analisis Statistik untuk Mengurangi Kriminalitas
Seorang penegak hukum di Amerika Serikat yang bukan dari latar belakang Statistika, menggunakan analisis Statistika untuk mengurangi kejahatan di AS. Dia bilang, sistem kerja saat ini lebih ke mengandalkan pengalaman. Termasuk saat posisi dia di level lebih tinggi karena pengalaman. Dia bilang, dengan menggunakan analisa Statistika, pengalaman bisa “dikalahkan”. Hasilnya, kriminalitas turun signifikan. Wow!

Grafik yang Cantik
Seorang Profesor dari Swedia menampilkan data eksplorasi dengan sangat cantik dan menarik plus ditambah humor. Salah satu grafik sangat simpel dia tunjukkan dengan animasi. Grafik itu hanya memetakan hubungan pendapatan per kapita dan harapan hidup negara maju: UK dan US serta negara berkembang Tiongkok dan India. Di zaman kolonial, pertumbuhan dua variabel ekonomi negara maju cepat sekali ke arah kanan atas atau semakin membaik. Sebaliknya, di negara berkembang yang terjajah, angkanya tetap, keras kepala, ga mau bergeser selama bertahun-tahun di sebelah kiri bawah grafik. Namun setelah kolonialisme berakhir, negara berkembang berakselerasi ke area kanan atas mengejar UK dan US yang juga bergerak ke kanan atas dengan kecepatan yang lebih lambat. Intinya, dia mau bilang bahwa cara menampilkan data merupakan hal penting. Yang lebih penting: penjajahan harus dimusnahkan di muka bumi! Masih ada yang mau bilang Jakarta lebih baik pas dijajah Belanda atau masih mau bilang penjajah Inggris bikin kebun raya dan mau bilang itu lebih baik?

Nah, itu sedikit video-video dari TED tentang Statistika yang menginspirasi dan membuka mata bahwa hey, Statistika juga bisa berfaedah bagi umum. Selama ini saya hanya bilang ke diri saya sendiri bahwa apa yang saya lakukan sebagai analis juga berguna bagi masyarakat. Saya mengasuh daily & weekly report, IPO report, special report (yang menggunakan analisa statistik lebih canggih dan susah) agar investor memiliki ide untuk meningkatkan kinerja portofolio investasinya. Portofolio untuk siapa? Untuk para pembayar premi asuransi, BPJS dan pensiunan. Memastikan bahwa nanti di masa tua, masyarakat memiliki cukup dukungan keuangan di saat mereka sudah kurang produktif lagi karena usia. Mereka tidak perlu (sedikit) membebani generasi produktif, anak muda, anak-anaknya. Dengan komposisi penduduk Indonesia yang sedang berubah dari piramida (mirip sebaran normal di mana penduduk tua lebih sedikit) ke bentuk bel terbalik (di mana penduduk tua dan muda hampir sama), beban kaum muda masa kini jangan sampai bertambah dengan beban kaum tuanya.

Namun hal ini tidak membuat saya puas. Tetep saya harus mencari hal-hal yang bisa berguna bagi masyarakat dengan keilmuan yang saya miliki. Kalau berguna dengan harta mungkin semua bisa: tinggal bersedekah duit tapi dengan keilmuan, kita bersedekah ide.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s