Hormati Tanah Kami

Kerajaan-kerajaan di zaman dulu di dunia melakukan zero sum game untuk menunjukkan kinerja dan kekuatannya. Merebut tanah dan sumber daya alam kerajaan lain. Sehingga kekayaan kerajaannya bertambah sementara kekayaan kerajaan yang direbut menjadi berkurang. Uniknya, tanah orang Sunda Galuh (selanjutnya disebut Sunda) segitu-gitu aja. Padahal kerajaan Galuh termasuk setelah merger dengan Sunda berumur delapan abad, terlama di Indonesia. Sriwijaya, kerajaan terbesar, berusia sekitar enam abad. Bandingkan dengan usia Indonesia yang belum satu abad.

Mungkin, pola pikir orang Sunda sudah maju saat itu, tidak mau ekspansi dan menghormati batas-batas kerajaan-kerajaan lain dan bersyukur dengan apa yang dimiliki. Padahal, kekuatan militernya sangat kuat. Buktinya, Majapahit yang ekspansi merebut tanah kerajaan-kerajaan lain, tidak sempat menaklukan kerajaan Sunda. Ajarannya, orang kuat tidak selalu menaklukan tapi menghormati.

Tanah Sunda meliputi provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan sebagian barat Jawa Tengah. Sebagian kecil daerahnya menjadi ibu kota Indonesia, tempat berdatangannya orang-orang asing. Saking banyaknya sehingga di ibu kota ini, termasuk sulit untuk menemukan orang Sunda di Jakarta dan berbicara bahasa Sunda.

Orang-orang Sunda sangat menghormati tanah nenek moyangnya. Lihat saja ke daerah Baduy, yang menganggap sebagai pengikut setia raja Sunda, Prabu Siliwangi, mengasingkan diri dari dunia luar. Yang berada di dunia luar pun, banyak yang mencintai dan menjunjung tinggi tanahnya.

Para pendatang, di mata orang asli, suka berbuat seenaknya. Kelakuannya bikin kehebohan dan kerusakan kelakuan. Bahkan ada yang menyuruh orang lain untuk pindah ke Timur Tengah, padahal mereka juga pendatang di tanah ini. Mereka menginjak dan menikmati tahan Sunda tapi tidak sedikit yang malah membenci orang-orang Sunda. Keramahan orang Sunda, bisa menjadi kelebihan dan kekurangan yang dimanfaatkan seenaknya.

Mungkin tidak ada yang diharapkan oleh orang-orang Sunda kepada para pendatang di empat provinsi tersebut, kecuali tolong menghormati tanah kami dengan saling mencintai dan menghormati sebagaimana para leluhur kami ajarkan. Jagalah lisan karena orang Sunda memiliki undak usuk bahasa. Hormati ajaran agama orang lain. Jangan melecehkan SARA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s